GAMBARAN PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK BEDAH RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

ABSTRAK: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan suatu gangguan neuromuskuloskeletal ,  gangguan organ visceral, dan gangguan vaskuler yang dirasakan di daerah punggung bawah, dimana satu  dari sejumlah sindrom nyeri yang banyak dikeluhkan penderita yang berkunjung ke dokter. Pada periode Januari-Oktober tahun 2012 di Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi terdapat  kasus nyeri punggung bawah sebanyak 683 pasien, dengan kasus baru sebanyak 176 orang dan kasus lama sebanyak 507 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita nyeri punggung bawah di Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2013.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif desain cross sectional. Dilaksanakan di Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi pada tanggal 22 April - 22 Mei tahun 2013 Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 67 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer dengan kuesioner dan wawancara langsung pada pasien.
Hasil : Dari hasil penelitian ini prevalensi penderita nyeri punggung bawah di Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi sebanyak 85 orang dengan nyeri punggung bawah spondilogenik 67 orang (78.8 %) dan nyeri punggung bawah viscerogenik 18 orang (21.2%) ini diekslusikan. Penderita nyeri punggung bawah spondilogenik 30 orang (44.8%) terjadi pada usia 45-60 tahun, jenis kelamin perempuan 42 orang (62.7), pekerjaan PNS 26 orang (38.8%), memiliki IMT overweight 26 orang (38.8%), dengan aktifitas fisik duduk lama > 5 jam/hari 40 orang (59.7%) dan aktifitas fisik berdasarkan beban kerja ≤7 kg/hari 37 orang (55.2%), lebih banyak tidak merokok 43 orang (64.2%), tidak memiliki riwayat trauma 46 orang (68.7%), tidak memiliki riwayat keluarga 62 orang (92.5%).
Kesimpulan : Nyeri punggung bawah pada penelitian ini banyak terjadi pada usia 45-60 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan PNS, memiliki IMT overweight, dan aktifitas fisik duduk lama.
Kata Kunci: NPB; Faktor risiko
Penulis: Effenciosa Putri Yanra, Budi Justitia, Apriyanto
Kode Jurnal: jpkedokterandd130004

Artikel Terkait :