Evaluasi Penerapan Metode Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa (Student Centered Learning) pada Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Masyarakat Universitas Hasanudin

ABSTRAK: Pergeseran pendekatan dari pengajaran ke pembelajaran mengharuskan mahasiswa lebih mengambil inisiatif untuk belajar, sedangkan dosen hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Hal ini mengharuskan dosen untuk mampu mengelola kegiatan pembelajaran dengan baik. Dosen perlu mengetahui beberapa metode esensial pembelajaran yang berpusat pada pembelajar (student centered learning). Pengenalan model pembelajaran diharapkan dapat membantu dosen dalam memilih jenis metode pembelajaran yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai dari satu mata kuliah.
Tujuan:Untuk mengetahui pengetahuan dosen, persepsi mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas angkatan 2008 dan 2009 dan tenaga kependididkan terhadap penerapan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning)
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mixed method (embedded design), penelitian kualitatif sebagai bagian dari penelitian kuantitatif) dengan penekanan utama pada penelitian kuantitatif dengan melibatkan seluruh mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang terdaftar dan aktif mengikuti perkuliahan, dosen program studi ilmu gizi dan tenaga kependidikan FKM Unhas.
Hasil dan Pembahasan: Ada 3 metode yang paling banyak dijawab benar oleh 54,5% responden yakni kelebihan metode small grup discussion, kelebihan cooperative learning dan kelemahan problem based learning . Sedangkan yang paling sedikit dijawab benar adalah kelebihan metode problem based learning yakni 4,5% responden. Untuk pertanyaan terbuka, menggambarkan bahwa metode yang paling disukai oleh responden adalah small group 18,2%; studi kasus 18,2% dan PBL 13,6%. Metode SCL yang yang tidak disukai adalah cooperative learning dan discovery learning yakni masing-masing 13,6%. Pertanyaan ini sebenarnya adalah pertanyaan terbuka sehingga ada 27,3% responden tidak memberikan jawaban baik metode yang disukai maupun yang tidak disukai.
Kesimpulan: Umumnya informan mengetahui dan mendengar istilah SCL melalui persuratan, suratkabar kampus dan rapat-rapat. Informan mengartikan SCL dengan pembelajaran dengan komputer, ruangan kecil atau semacam FGD. Dalam hal manfaat SCL, informan mengartikannya sangat variatif seperti mengembangkan potensi dan motivasi mahasiswa, mahasiswa lebih aktif mencari dan menerima serta memberikan peluang kepada mahasiswa untuk lebih banyak sumber yang diperoleh, memudahkan mahasisswa untuk mencari materi perkuliahan, mahasiswa lebih serius dalam mata kuliahnya, mahasiswa lebih aktif dalam kuliah, mahasiswa semakin mandiri. Upaya yang dilakukan untuk pelaksanaan SCL, menurut informan adalah memfasilitasi, penyediaan ruangan, alat peraga dan LCD; memperlancar proses administrasi; memantau dan monitoring, memasukkan topik bahasan dan on time dalam pelaksanaan perkuliahan dan memperbaiki mental.
Kata Kunci: pengetahuan dosen, persepsi mahasiswa dan tenaga kependidikan SCL
Penulis: Aminuddin, Gandes Retno Rahayu, , E. Suryadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd130171

Artikel Terkait :