Efikasi Terapi Kombinasi Salep Kalsipotriol 0,005% dan Klobetasol Propionat 0,05% Dibanding Klobetasol Propionat 0,05% pada Psoriasis Vulgaris
Abstract: Psoriasis adalah
penyakit eritropapuloskuamosa kronik residif. Obat yang paling sering digunakan
untuk terapi penyakit ini adalah kortikosteroid topikal, tetapi penggunaan
jangka panjang dapat menyebabkan berbagai efek samping. Kalsipotriol merupakan
obat topikal selain kortikosteroid yang memiliki efek samping yang lebih
ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan skor psoriasis area
and severity index (PASI) sebelum dan sesudah pengobatan dengan kombinasi salep
kalsipotriol 0,005% dengan salep klobetasol propionat 0,05% dan monoterapi
salep klobetasol propionat 0,05% pada penderita psoriasis vulgaris. Skor
psoriasis area severity index (PASI), digunakan untuk mengukur berat ringannya
psoriasis dan mengevaluasi perbaikan lesi. Desain penelitian adalah uji klinik
dengan rancangan acak secara double blind. Uji Mann-Whitney dan Wilcoxon
digunakan untuk menganalisis data skor PASI sebelum dan sesudah pengobatan.
Penelitian dilakukan di poliklinik I.K. Kulit dan Kelamin RS. Hasan Sadikin
Bandung dari bulan November 2007- Januari 2008 dengan subjek penelitian
sebanyak 44 orang yang dibagi dalam dua kelompok. Derajat keparahan penyakit
dinilai dengan skor PASI yang dinilai sebelum, satu minggu, dan dua minggu
setelah pengobatan. Kesimpulan: Penggunaan terapi kombinasi salep kalsipotriol
0,005% dan klobetasol propionat 0,05% selama dua minggu memiliki efikasi yang
lebih baik dibandingkan monoterapi salep klobetasol propionat 0,05%, secara
statistik sangat bermakna (p<0,001).
Penulis: Dian Indriyani,
Endang Sutedja, Oki Suwarsa
Kode Jurnal: jpkedokterandd100046