Balans Cairan, Interferon-Gamma, Interleukin-12 dan Tumor Necrosis Factor Sebagai Faktor Prediksi Kesembuhan pada Sepsis Berat
ABSTRAK: Sepsis berat pada manusia
mencakup arteriolar, dilasi venular, kebocoran kapiler dan respon imunodulator.
Intravascular volume replacement selama resusitasi sering menyebabkan sirkulasi
darah menjadi hipotensif. Hipotesa dari penelitian ini adalah bahwa pasien
dengan sepsis berat memiliki faktor prediksi kesembuhan daripada yang tidak.
Metode Penelitian: studi Randomized Clinical Trials ini melibatkan 110
pasien yang menderita sepsis berat di ICU/HCU. APACHE II pada hari pertama,
skor SOFA, IFN- , IL-12, TNF-α, dan balans cairan dihitung dari data. Pasien
diberi perawatan sepsis berat sesuai dengan the
International Consensus Committee. Data dianalisa dengan pendekatan
presisi menggunakan Mantel-Haenszel test. Hasil Penelitian: Dari 110 sampel, umur berkisar antara 46 sampai
71 tahun dengan rerata 63.45 ± 3.97 tahun. Rerata skor APACHE pada hari pertama
dirawat adalah 26.53 ± 2.86, skor sofa pada hari pertama adalah 9.57 ± 1.24. 21
patien meninggal (tidak sembuh dan memiliki rerata APACHE II daripada pasien yang
sembuh (29.85 vs 20.46) secara berurutan (p < 0.01). IFN- , IL-12, TNF-α,
dan skor SOFA (p< 0.01) yang lebih tinggi. Sedangkan 26 pasien yang menerima
balans cairan negatif > 500 mL sebelum hari ketiga bertahan hidup (RR 5.0;
95% CI : 2.3 to 10.7, p < 0.0001).
Kesimpulan: IFN- , IL-12, TNF-α,
dan balan cairans negatif sekurang-kurangnya 1 hari sejumlah < 500 ml dapat
digunakan sebagai prediktor bebas yang cukup baik pada pengelolaan sepsis
berat. Sebagai acuan prediksi kesembuhan pada sepsis berat, empat faktor di atas
mungkin dapat dianggap sebagai faktor prognosis yang baik.
Penulis: Djoko Trihadi Lukmono
Subagyo
Kode Jurnal: jpkedokterandd120076