Antara Kebutuhan dan Tabu: Pendidikan Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja di SMA
Abstrak: Pengetahuan remaja
tentang seksualitas dan
kesehatan reproduksi masih
rendah, meskipun telah
terdapat inisiatif pendidikan
seksualitas dan kesehatan reproduksi seperti yang ditunjukan oleh berbagai
penelitian sebelumnya. Tulisan ini
bertujuan untuk menganalisis
pendidikan seksualitas dan
kesehatan reproduksi bagi
remaja yang telah
dilakukan oleh pemerintah maupun
non-pemerintah pada jenjang
SMA. Tulisan ini
didasarkan penelitian yang
menggunakan metode mixed methods,
yaitu kuantitatif yang
didukung oleh kualitatif.
Metode kuantitatif, yaitu
survei dilakukan terhadap 918
siswa dan 128
guru SMA dan
didukung oleh diskusi
kelompok terfokus dan
wawancara mendalam di delapan kota di Indonesia. Diskusi
kelompok terfokus dilakukan terhadap organisasi masyarakat sipil, forum guru,
dan kelompok remaja, sedangkan
wawancara mendalam dilakukan
terhadap pemerintah daerah,
orang tua murid,
komite sekolah, dan tokoh
agama/masyarakat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendidikan
seksualitas dan kesehatan reproduksi tidak sesuai dengan
realitas perilaku seksual dan resiko seksual yang dihadapi remaja karena: (1)
Pendidikan seksualitas dan kesehatan
reproduksi yang sudah
diberikan pada jenjang
SMA lebih menitikberatkan pada
aspek biologis semata; (2)
Masih adanya anggapan
bahwa seksualitas merupakan
hal yang tabu
untuk diberikan di
sekolah; (3) Pendidikan cenderung menekankan pada bahaya dan resiko seks
pranikah dari sudut pandang moral dan agama; (4) Pendidikan belum memandang
pentingnya aspek relasi gender dan hak remaja dalam kesehatan reproduksi dan
seksual remaja. Konstruksi seksualitas
remaja dan wacana
mengenai pendidikan seksualitas
berperan terhadap isi
dan metode pendidikan seksualitas
dan kesehatan reproduksi bagi remaja.
Penulis: Diana Teresa Pakasi,
Reni Kartikawati
Kode Jurnal: jpkedokterandd130115