PENGEMBANGAN PERSAMAAN VO2 MAX DAN EVALUASI HR MAX (STUDI AWAL PADA PEKERJA PRIA)
Abstract: Kapasitas fisik
maksimum seseorang direpresentasikan dengan nilai konsumsi oksigen maksimum
(VO2 Max) dan denyut nadi maksimum (HR Max) yang memberikan suatu informasi
batasan kemampuan fisik maksimum seseorang dalam melakukan pekerjaan.
Penelitian kali ini mempunyai tujuan untuk mencari nilai VO2 Max pekerja pria
Indonesia untuk nantinya akan dikembangkan suatu persamaan prediksi VO2 Max
yang didekati dengan hubungan linier antara denyut nadi (Heart Rate) seperti
yang dilakukan Astrand (2003), tinggi badan (Chatterjee et al, 2006), berat
badan (Akalan et al, 2008), usia (Magrani et al, 2009) dan mengevaluasi
persamaan HR Max manakah yang dapat diaplikasikan untuk mendekati nilai denyut
nadi maksimum pekerja Indonesia. Responden dalam penelitian kali ini adalah
12 pekerja industri pria yang diambil
dari beberapa industri di Depok dan sekitarnya. Kriteria responden yang
berpartisipasi dalam penelitian kali ini adalah: berusia 20-40 tahun, bukan
perokok baik aktif maupun pasif, sehat , tidak mengkonsumsi makanan, kafein,
alkohol minimal 2 jam sebelum eksperimen (Balderrama et. al, 2007).Eksperimen
yang dilakukan menggunakan metode maximal test dengan protokol treadmill.
Adapun peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat pengukur kondisi
fisiologi Fitmate MED (COSMED srl-Italy) terdiri dari Heart Rate Transmitter,
Heart Rate Receiver, V mask (Hans Rudolph Inc),dan treadmill SportArt@60. Eksperimen dilakukan menjadi dua bagian,
yaitu istirahat dan tahap bekerja.Aktivitas istirahat terdiri dari tidur selama
20 menit, duduk selama 20 menit dan berdiri selama 10 menit. Eksperimen tahap
kedua yaitu tahap kerja yang terdiri dari latihan selama 5 menit. Responden
dipersilakan beristirahat selama 15 menit, setelah itu responden melaksanakan
maximal test detik hingga responden merasa tidak sanggup lagi melanjutkan
eksperimen. Hasil penelitian model prediksi VO2 maxuntuk pekerja industri pria
mempunyai nilai 2,78 ± 0,5 liter/menit dan dengan regresi linier berganda
memberikan hasil persamaan sebagai berikut :VO2 Max = 3,996 - 0,046 usia.
Sedangkan untuk evaluasi persamaan HR Max memberikan hasil bahwa persamaan
terpilih yang memprediksi nilai HR Max pekerja industri pria Indonesia lebih
baik adalah persamaan Tanaka et al. (2001). Penelitian memberikan hasil lain
yaitu mencoba untuk mengembangkan persamaan HR Max untuk pekerja industri pria
Indonesia. Dengan menggunakan regresi linier berganda memberikan hasil
persamaan sebagai berikut: HR Max = 202,71 – 0,541 usia. VO2 Max dan HR Max
yang dikaji dapat dijadikan sebagai referensi kriteria justifikasi kemampuan
maksimum seseorang sehingga dapat dijadikan sebagai dasar perancangan sistem
kerja agar beban kerja yang diterima pekerja tidak melebihi kapasitas
maksimumnya. Penelitian yang mengembangkan persamaan prediksi VO2 Max dan
evaluasi persamaan HR Max di Indonesia masih terbatas, sehingga dirasa perlu
untuk mengembangkan persamaan prediksi VO2 Max dan evaluasi HR Max karena
manfaatnya besar bagi dunia industri.. Dalam dunia pendidikan, penelitian kali
ini dapat dijadikan sebagai studi awal yang dapat dikembangkan untuk penelitian
– penelitian selanjutnya.
Penulis: Purnawan Adi
Wicaksono, Adeka Sangtraga
Kode Jurnal: jptindustridd120041