PEMILIHAN TEKNOLOGI STERILIZER PADA PABRIK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

ABSTRAK: Sejalan dengan peningkatan luas kebun sawit, jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) di Indonesia meningkat dari 205 unit tahun 1998 menjadi 695 unit tahun 2012. Teknologinya juga mengalami perkembangan (inovasi), dan salah satunya adalah alat rebusan (sterilizer) tandan buah segar (TBS), yaitu dari model horisontal ke vertikal, dan dari sistem batch ke kontinyu. Kajian ini menganalisis penetapan prioritas (priority setting) dalam pemilihan teknologi rebusan TBS yang sesuai dengan tujuan pengguna, dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan karena mudah dipahami dan mampu menyederhanakan persoalan komplek ke dalam struktur keputusan yang sederhana. Dari tiga jenis produk teknologi yang dianalisis, hasilnya menunjukkan bahwa urutan prioritasnya adalah sterilizer model vertikal dengan tingkat prioritas 0,366, kemudian diikuti dengan model horisontal sebesar 0,335 dan model kontinyu sebesar 0,299.
Kata kunci: penentuan prioritas, sterilizer, pabrik kelapa sawit, metode AHP
Penulis: SUBIYANTO
Kode Jurnal: jptindustridd130236

Artikel Terkait :