PEMILIHAN PARAMETER PRE TREATMENT PADA PROSES PENGAWETAN BAMBU LEMINASI

Abstrak: Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non-Hutan yang banyak dimanfaatkan oleh  masyarakat Indonesia. Salah satu kelemahan bahan baku bambu adalah tingkat keawetan alami yang rendah sehingga rentan  terhadap  organisme  perusak  seprti  kumbang  bubuk  dan  rayap.  Pemanfaatan  bahan  insektisida organik  daun  mimba  merupakan  salah  satu  solusi  untuk  meningkatkan  keawetan  bambu  sebagai  bahan baku  produk  mebel  yang  ramah  lingkungan.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  mengetahui  pengaruh ekstrak  daun  mimba  dan  mendapatkan  konsentrasi  ekstrak  yang  optimal  dalam  pengawetan  bambu. Model  penelitian  yang  dilakukan  metode  Desain  Eksperimen  Faktorial  untuk  mengetahui  pengaruh konsentrasi  ekstrak  dan  lama  perendaman  bambu  dalam  proses  pengawetan  untuk  meningkatkan keawetan  bambu  dari  serangan  organisme  perusak.  Daun  mimba  segar  dicampurkan  dengan  air  untuk menghasilkan  variabel  konsentrasi  100,  200,  300,  400,  dan  500  gram/liter.  Pada  penelitian  ini,  bambu direndam  dalam  larutan  konsentrasi  ekstrak  mimba  dengan  lama  perendaman  30  menit  dan  60  menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan berat bambu yang  signifikan terjadi pada pengawetan bambu  dengan  konsentrasi  ekstrak  mimba  20%  (200  gram/liter)  selama  30  menit.  Pada  konsentrasi ekstrak  20%,  sampel  bambu  mengalami  pengurangan  berat  bambu  akibat  serangan  rayap  tanah  sebesar 21,55%. Pengawetan bambu yang efektif dapat dilakukan dengan konsentrasi ekstrak mimba 30%. 
Kata Kunci: mebel, bambu, pengawetan, ekstrak mimba, desain eksperimen factorial
Penulis: Denny Nurkertamanda, Winda Andreina dan Melinda Widiani
Kode Jurnal: jptindustridd110090

Artikel Terkait :