PEMETAAN INDUSTRI KREATIF DAN PENENTUAN KOMPETENSI INTI BANGKALAN

ABSTRAK: Penentuan kompetensi inti industri kreatif yang bercirikan pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu merupakan proses pemilihan yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan output dari industri kreatif berupa produk ataupun pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu yang semakin variatif dan berkembang. Kajian dalam penelitian ini berupa pemetaan industri kreatif beserta penentuan kompetensi inti industri kreatif Kabupaten Bangkalan berdasarkan multi-kriteria pada variabel Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah ketenagakerjaan, perdagangan internasional dan jumlah perusahaan. Metode yang digunakan berupa integrasi Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode perankingan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Hasil yang didapatkan dari pemetaan industri kreatif di Bangkalan terdiri dari subsektor pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain fesyen, video/film dan fotografi serta penerbitan dan percetakan. Sedangkan subsektor kerajinan dipilih sebagai kompetensi inti yang diunggulkan.
Kata kunci: industri kreatif, kompetensi inti daerah, MCDM, AHP, PROMETHEE
Penulis: FITRI AGUSTINA, NACHNUL ANSORI,  DAN TEGAR PRADANA F.A
Kode Jurnal: jptindustridd130233

Artikel Terkait :