MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ISO 31000 PADA BANDARA SOEKARNO HATTA
ABSTRAK: Bandara Soekarna
Hatta sebagai perusahaan aviasi bertaraf internasional ternyata belum
menerapkan sistem manajemen risiko berstandar internasional yang mengacu pada
ISO 31000, sehingga berdampak pada munculnya potensi risiko negatif bagi
keselamatan jiwa, lingkungan, harta benda dan reputasi perusahaan. Tujuan
penelitian untuk melakukan penilaian dan
pengendalian risiko menggunakan sistem manajemen risiko dengan standar internasional.
Penelitian manajemen risiko diarahkan pada dampak negatif yang ditimbulkan oleh
suatu kejadian pada operasional bandar udara, khususnya fasilitas operasi dan
teknik. Tahapan proses manajemen risiko mengacu pada ISO 31000 meliputi
identifikasi risiko, analisis risiko dan evaluasi risiko menggunakan tool
fishbone dan Risk Breakdown Structure (RBS). Ekspektasi dampak dan kemungkinan
kejadian dipetakan melalui risk matrix dari Federation Aviation Administration
(FAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Bandara Soekarno Hatta terdapat
7 peristiwa risiko yang mempunyai potensi bahaya yaitu: pecahnya permukaan
runway, kecelakaan pesawat saat take off/landing, terganggunya pelayanan
navigasi dan komunikasi penerbangan, kecelakaan pesawat di area apron, gangguan
keamanan di bandara, jetblast pesawat, dan lolosnya barang berbahaya ke dalam pesawat.
Penulis: TERRY GEORGE ABISAY
DAN NURHADI
Kode Jurnal: jptindustridd130232