PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH ABU KETEL, JARAK DAN GLISERIN
Abstrak: Kenaikan harga
bahan bakar minyak
membawa dampak naiknya
harga sembako dan berbagai
kebutuhan hidup lainnya.
Hal ini akan
berdampak pada beban hidup
masyarakat yang semakin
berat apabila tidak
diimbangi dengan peningkatan pendapatan.
Sebagai konsekuensinya, suka
tak suka, subsidi BBM akan terus
dikurangi dan secara langsung harga BBM makin mahal di masa datang. Maka
seiring dengan itu, kini persoalan yang amat mendesak adalah
pengadaan diversifikasi energi
guna mengurangi ketergantungan
pada BBM yang berbahan baku fosil ini. Maka penelitian ini diharap sebagai
solusi sebagai pengganti BBM, Dapat mengetahui seberapa besar nilai kalor yang
terkandung di dalam briket sisa pembakaran dari hasil penelitian, dengan
metodologi eksperimen dapat
menentukan klasifikasi briket sisa
pembakaran: nilai kalor
rata-rata variasi 50%
SBB - 50% LJ
dihasilkan 3383 kkal/kg. Pada variasi 60% SBB – 40% dihasilkan nilai kalor rata-rata 2971
kkal/kg, variasi 70%
SBB – 30%
LJ dihasilkan nilai
kalor rata-rata 2858 kkal/kg, variasi 80 % SBB – 20%
LJ dihasilkan 2728 kkal/kg dan
variasi 90% SBB
– 10% LJ
dihasilkan nilai kalor
rata-rata 2651. kkal/kg.
Penulis: Samsudi Raharjo
Kode Jurnal: jptmesindd130228