PELESTARIAN ARSITEKTUR BANGUNAN KERTHA GOSA DI KLUNGKUNG - BALI
ABSTRACT: Bale Kertha Gosa
(pengadilan terbuka) dan Bale Kambang (tempat pencerahan, dikelilingi kolam),
berdiri tahun 1700. Keunikan warisan arsitektur Bali ini karena bangunan dikelilingi
kolam dan plafonnya berupa lukisan-lukisan wayang khas daerah Klungkung. Saat ini
keduanya masih padat dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara.
Disayangkan kondisinya kurang terawat dan ada kerusakan, mengganggu keindahan
dan daya tahannya. Perbaikan telah dilakukan, namun agak mengganggu keutuhan/
keasliannya. Karena itu studi pelestarian ini menjadi urgen untuk dilakukan.
Studi pelestarian ini menggunakan paduan pendekatan arsitektural
(mengungkap elemen-elemen arsitektur fungsi-bentuk-makna) dan pendekatan nilai
(mengungkap Nilainilai Budaya). Tindakan pelestarian mengatasi masalah fisik
elemen arsitektur di atas dan tuntutan masa kini, sambil nilai-nilai budayanya
dipertahankan. Aspek fungsi terkait kegunaan bangunan asal untuk pengadilan-pencerahan
terbuka dan kegunaan saat ini sebagai objek wisata. Perbaikan lantai,
tiang-balok berukir, plafon lukisan, alas kolom perlu diupayakan mendekati
aslinya, demi keutuhan-keaslian bukti sejarah. Aspek bentuk mengacu pada
bangunan (selubung, ruang dalam, struktur, ornamen) yang relatif masih utuh,
dan ruang luarnya (kolam, patung-patung, pedestrian, ornamen) yang perlu
dirawat lebih baik. Makna bangunan asal berupa pengadilan dan pencerahan
terbuka melalui bentuk bangunan terbuka-posisi tinggi dan bangunan
terbuka-dikelilingi kolam. Sebagai objek wisata, ke dua bangunan ini dapat
dimaknai sebagai keterbukaan (strukturtiang), suasana tenang (di atas kolam)
dan karya seni unik (lukisan plafon). Berdasar uraian elemen arsitektur dan
nilai-nilai budaya, serta pemahaman penyebab penurunan mutu bangunan maka cara
pelestarian untuk Kertha Gosa ialah paduan Preservasi (didukung pengendalian
lingkungan dan penguatan sistem bangunan), Adaptasi dan Rehabilitasi. Tindakan
pelestarian di atas harus disertai dengan perawatan rutin, agar efektif.
Penulis: Alwin Suryono
Kode Jurnal: jptindustridd110022