KORELASI ANTARA POSISI ELEMEN-ELEMEN ORGANISASI DENGAN TERWUJUDNYA KARAKTER GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Abstract: Tatakelola perusahaan yang baik dan Model 7-S berhubungan erat dengan pendekatan proses internal. Pendekatan ini menekankan suatu fungsi internal yang selaras untuk mencapai target organisasi. Untuk mencapai target organisasi, tatakelola perusahaan yang baik dan Model 7-S merupakan pendekatan paralel, yang berhubungan satu sama lain. Hubungan antara tatakelola perusahaan dan Model 7-S dapat dijelaskan melalui Model Adaptasi Pascal. Dalam model ini, setiap elemen organisasi yaitu strategi, struktur, sistem, gaya, staf, nilai yang dibagi dan juga keahlian memiliki kontinum. Kontinum ini menyebabkan setiap elemen organisasi cenderung untuk muncul pada domain yang dapat diperkirakan, sesuai dengan kondisi yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan inipula, kontinum juga memungkinkan untuk menempatkan setiap elemen organisasi dalam domain yang sesuai dengan karakter tatakelola perusahaan.
Penelitian ini menggunakan 12 hipotesis untuk menguji hubungan antara strategi, struktur, sistem, gaya, staf, nilai yang dibagi dan keahlian dengan pencapaian karakter tatakelola perusahaan yang baik. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan 30 perusahaan BUMN dan Non-BUMN sebagai sampel.
Hasilnya, uji empiris membuktikan bahwa BUMN dan non-BUMN memerlukan elemen  organisasi berikut untuk mewujudkan karakter tatakelola perusahaan yang baik: strategi yang direncanakan, struktur elit  (struktur pimpinan berdasarkan pada fungsi), sistem wajib (sistem yang sangat ketat dalam mengikuti tatanan dan prosedur formal yang ditetapkan), pernyataan misi yang berorientasi terhadap kinerja keuangan dan non-keuangan, iklim kerja yang etis, meta kompetensi, dan kemampuan pimpinan untuk bekerja sama. Khusus untuk kepemimpinan transformasional, posisi ini hanya dibutuhkan pada BUMN.
Kata kunci: Skor Corporate Governance, Model 7-S
Penulis: Aries Susanty, Ubuh Buchara Hidajat
Kode Jurnal: jptindustridd080029

Artikel Terkait :