IMPLEMENTASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE SEBAGAI PENUNJANG PRODUKTIVITAS DENGAN PENGUKURANOVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN ROTARY KTH-8 (STUDI KASUS PT.INDONESIAN TOBACCO)
ABSTRACT: Produsen tembakau
iris dihadapi permasalahan downtime mesin yang besar pada mesin Rotary KTH-8
yang berfungsi sebagai pemotong daun tembakau.Downtime mesin yang besar
berdampak pada tingkat produktivitas kegiatan produksi dan jumlah produk yang
berkualitas.Untuk dapat meningkatkan produktivitas maka dilakukan implementasi
Total Productive Maintenance (TPM) dengan pengukuran Overall Equipment
Effectiveness (OEE).Langkah yang dilakukan yaitu melakukan pengukuran OEE serta
mengetahui faktor terbesar yang mempengaruhi dengan perhitungan six big
losses.Setelah itu mendapatkan penyebab permasalahan yang terjadidengan
menggunakan fishbone diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas
pada Mesin Rotary KTH-8 sebesar 73,456% sehingga masih di bawah standart JIPM
sebesar 85%. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah performance
rate dengan faktor presentase six big losses pada speed losess 71,205% dari
seluruh time loss.Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya nilai OEE
pada mesin Rotary KTH-8 yang yaitu dengan diadakannya autonomous maintenance
yang diberikan kepada operator.Melakukan training bagi teknisi maintenance
serta melakukan pengawasan terhadap operator tentang kebersihan tempat
kerja.Menggunakan sistem perawatan preventive maintenance pada komponen
knifedrum tepatnya pada tingkat presisi gigi ulir penggerak dengan as drum.
Penulis: Afif Fahmi, Arif
Rahman, Remba Yanuar Efranto
Kode Jurnal: jptindustridd130042