DESAIN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA GUNA MEREDUKSI PAPARAN PANAS KERJA OPERATOR DI PT. XY
Abstract: PT.
XY adalah sebuah
perusahaan manufaktur pembuatan
spare part dan
perakitan mesin screw press dan digester yang digunakan pada pabrik
kelapa sawit. Pada proses pembuatan produk
tersebut telah terjadi
paparan panas di
lantai produksi berakibat
ketidaknyamanan operator
dalam bekerja. Berdasarkan
penelitian awal diperoleh
bahwa 90% operator
merasa terganggu dengan paparan
panas. Paparan panas
tersebut pada penelitian
ini diamati menggunakan metode
kualitatif dan kuantitatif.
Pada metode kualitatif
digunakan kuesioner sensasi termal
dan efek paparan
panas terhadap kinerja
operator. Sedangkan pada
metode kuantitatif, kondisi fisik
termal seperti temperatur,
kelembaban, dan kecepatan
angin diukur menggunakan
instrumen pengukuran. Salah satu efek akibat kondisi fisik termal tersebut
terhadap operator dianalisa menggunakan Heat
Stress Index (HSI). Hasil dari kedua metode yang digunakan dianalisa dan
digunakan sebagai bahan
untuk mendesain perbaikan
lingkungan kerja operator. Adapun hasil
kuesioner menunjukkan bahwa
sekitar 92% operator
merasakan sensasi panas terhadap
lingkungan kerja dan
efek yang timbul
adalah sangat mengganggu
pekerjaan. Hasil pengukuran temperatur
di ruang kerja
adalah berkisar 33.520C dengan
kecepatan angin yang sangat
kecil sebesar 0.14m/s
dan tingkat kelembaban
sebesar 64.03%. Kondisi
ini menunjukkan bahwa lingkungan
kerja operator adalah
benar terpapar panas
dengan nilai HSI
sebesar 92,4%. Nilai indeks
tersebut sangat tinggi yang mengindikasikan bahwa para operator harus
mendapatkan asupan air agar terhindar dari stres akibat panas yang dapat mengakibatkan stroke ringan. Desain perbaikan paparan
panas dilakukan dengan
penggunaan turbin ventilator
sebanyak 5 unit. Diharapkan turbin tersebut mampu
mereduksi temperatur sebesar 81% dan menurunkan nilai HSI sebesar 51,9%.
Penulis: Imam Fadhilah Mukti,
Listiani Nurul Huda, A. Rahim Matondang
Kode Jurnal: jptindustridd130206