ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PERALATAN PRODUKSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
ABSTRAK: Penggunaan mesin dan
alat kerja yang mendukung proses produksi berpotensi menimbulkan suara
kebisingan. Kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dikehendaki sehingga
mengganggu atau membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisa pengaruh tingkat kebisingan terhadap kinerja karyawan. Pengumpulan
data dilakukan dengan cara observasi langsung dan kuesioner kepada pekerja di
beberapa titik sampling. Pengolahan dataservasi langsung dan kuesioner kepada
pekerja di beberapa titik sampling. Pengolahan data menggunakan uji t test
untuk mengetahui tingkat kebisingan dan analisis regresi linier sederhana untuk
mengetahui pengaruh tingkat kebisingan terhadap kinerja karyawan. Dari
pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan uji t maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa level kebisingan di area kerja Power Plant II
menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang
telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 98,599 dB. Sedangkan NAB yang
telah ditetapkan oleh pemerintah untuk area kerja (Industri) adalah sebesar 85
dB. Hasil analisis regresi menunjukkan diperoleh t hitung sebesar 10,227 lebih
besar dibandingkan t tabel sebesar 2,013. Nilai signifikansi jugadiperoleh t
hitung sebesar 10,227 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,013. Nilai
signifikansi juga sebesar 0 lebih kecil dibandingkan a sebesar 0,05. Hasil ini
menunjukkan bahwa kebisingan di area kerja Power Plant II. Hasil ini
menunjukkan bahwa kebisingan di area kerja Power Plant II berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan.
Penulis: HERI MUJAYIN KHOLIK
DAN DIMAS ADJI KRISHNA
Kode Jurnal: jptindustridd120039