Analisis Six Sigma Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Di Stasiun Kerja Sablon (Studi Kasus: CV. Miracle)

ABSTRAK: CV.  Miracle  merupakan  perusahaan  yang  bergerak  dibidang  konveksi. Perusahaan  ini  mempunyai  dua  buah  stasiun  kerja  yaitu  stasiun  kerja  sablon dan  stasiun  kerja  jahit.  Stasiun  kerja  sablon  merupakan  stasiun  kerja  kritis, karena  menghasilkan  cacat  paling  banyak.Jumlah  cacat  paling  banyak  terdiri dari cacat warna leber dan cacat terkelupas. Sebelum perbaikan diperoleh nilai sigma sebesar 1,3 sigma dan nilai DPMO 595.370. Biaya yang harus dikeluarkan untuk cacat dari stasiun kerja ini sebesar Rp. 417.920.Berdasarkan cause-effect diagram  di  peroleh  keterangan  bahwa  metode  sablon  dan  manusia  sebagai operator  merupakan  aspek  yang  harus  di  perbaiki.  Berdasarkan  Failure  Mode Effect  Analysis  diperoleh  bahwa  cacat  sablon  bersumber  dari  metode penjemuran  yang  tidak  sempurna  dan  penggunaan  tinner  yang  tidak tepat.Perbaikan  cacat  penjemuran  dilakukan  dengan  perancangan  eksperimen. Perbaikan  proses  sablon  dilakukan  dengan  merancang  standar  operational procedure. Proses perbaikan menghasilkan nilai sigma yang meningkat sebesar 2,05  dan  DPMO  menurun  sebesar  290.741.  Cost  of  Poor  Qualityakibat  cacat pada stasiun kerja ini menurun sebesar Rp. 205.042,-.
Kata  Kunci:  Six  Sigma,  Sigma  level,  DPMO,  Cost  of  Poor  Quality,  Standard Operational Procedure
Penulis: IBRAHIM GHIFFARI, AMBAR HARSONO, ABU BAKAR
Kode Jurnal: jptindustridd130131

Artikel Terkait :