ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD
ABSTRACT: Persaingan didunia
bisnis saat ini semakin meningkat dengan
pesat. Transformasi era revolusi industry (era sebelumnya) ke era revolusi
informasi (era sekarang) keunggulan daya saing suatu usaha tidak hanya
ditentukan dalam perwujudan efisiensi
alokasi asset berwujud, tetapi juga tergantung pada kemampuannya untuk memobilisasi
dan mengeksploitasi aset tidak berwujud yang tidak mudah dijabarkan dalam
dimensi keuangan.
Berdasarkan dengan gambaran diatas serta latar belakang yang sangat
sesuai dengan yang ada pada perusahaan maka penulis merumuskan masalah yaitu:
Bagaimana mengukur kinerja suatu perusahaan dengan memperhatikan keempat
perspektif dalam Balanced Scorecard
(Keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan & pembelajaran). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kinerja perusahaan dari keempat perspektif dalam Balanced
Scorecard.
Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced
Scorecard diperoleh bahwa untuk perspektif keuangan memiliki kinerja yang buruk karena diperoleh perusahaan belum bisa
mengembalikan modal kerja (ROA), modal (R0CE) dan belum bisa mendapatkan laba
malahan dalam tiga tahun terakhir ini perusahaan masih dalam perusahaan merugi
dalam kegiatan operasionalnya. Dalam saat ini perusahaan untuk bangkit dari
kerugian. Disini juga menggunakan OMAX untuk memberikan skor (bobot) untuk
masing-masing perspektif sehingga diperoleh indeks perspektif keuangan : 1,098
Perspektif pelanggan : 2,03 Perspektif proses bisnis internal : 4,881
Perspektif Pembelajaran & pertumbuhan : 4,122.
Penulis: Petrus
Wisnubroto & Nenny Irawati
Kode Jurnal: jptindustridd080009