ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT)
ABSTRACT: Beban kerja
merupakan konsekuensi dari kegiatan yang diberikan kepada pekerja. Aktivitas
pekerja pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas
mental. Dalam prakteknya beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara
beban kerja fisik dan beban kerja mental. Pengukuran beban mental secara
subjektif didasarkan pada persepsi pekerja diantaranya metode SWAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban mental di bagian pengisian-
pengemasan di PT. Sari Husada Tbk Yogyakarta. Metode SWAT merupakan metode
pengukuran beban mental secara subjektif yang didasarkan pada persepsi pekerja,
dengan menggunakan kombinasi dari tiga dimensi dengan tingkatannya.Dimensi
tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental dan beban tekanan pskologis.
SWAT sebagai sebuah skala multidimensional melakukan 2 (dua) tahapan pekerjaan,
yaitu : pembuatan skala dan pemberian nilai terhadap hasil penelitian Hasil
penelitian menunjukkan kondisi beban kerja antara ketiga shiftmempunyai perbedaan
secara nyata. Nilai beban kerja dari SWAT scoreuntuk shiftpagi menunjukkan kategori
rendah; shift sore menunjukkan kategori rendah dan sedang, untuk shift malam
beban kerja kategori sedang. Secara keseluruhan pekerja lebih mementingkan
faktor waktu (39,08%), kemudian tekanan stress (33,21%) dan terakhir usaha
mental (27,71%) dalam mempertimbangkan faktor beban kerja mental.
Penulis: Risma Adelina
Simanjuntak, Dedi Apriyanto Situmorang
Kode Jurnal: jptindustridd100005