ANALISIS ERGONOMI REDESAIN MEJA DAN KURSI SISWA SEKOLAH DASAR
Abstract: Meja dan kursi
adalah fasilitas sekolah yang berpengaruh terhadap postur tubuh siswa. Postur
tubuh akan bekerja secara alami jika menggunakan meja dan kursi yang ergonomis.
Sebaliknya, meja dan kursi yang tidak ergonomis cenderung akan menyebabkan
keluhan muskuloskeletal. Penelitian pendahuluan dilakukan terhadap siswa
Sekolah Dasar (SD) ABC kelas 1 dan kelas 5 dengan checklist penelitian dan
Standard Nordict Questionnaire (SNQ). Hasil checklist penelitian siswa kelas 1
dengan rata-rata tinggi badan 115,6 cm diperoleh bahwa ketidaksesuaian dari tinggi
meja dan tinggi kursi dengan siswa adalah 100%. Siswa kelas 5 dengan rata-rata
tinggi badan 133,7 cm diperoleh bahwa ketidaksesuaian tinggi meja dan tinggi
kursi dengan siswa secara berurutan adalah 100% dan 91,14%. Hal ini cenderung
menyebabkan siswa mengalami keluhan muskuloskeletal yang diukur dengan SNQ pada
leher, tangan, kaki, punggung, pinggang, siku dan lutut. Meja dan kursi yang
tidak ergonomis menyebabkan postur tubuh bekerja secara tidak alami yang diukur
dengan metode RULA. Ketidaksesuaian meja dan kursi dengan siswa diminimalisasi
dengan redesain meja dan kursi berdasarkan antropometri tubuh siswa dengan
metode perancangan Pahl dan Beitz. Metode ini terdiri dari perencanaan dan
penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk dan
perancangan detail. Redesain meja dan kursi sekolah menghasilkan tinggi meja
dan tinggi kursi yang bisa dinaik turunkan dengan tinggi meja 41,4- 58,9 cm dan
tinggi kursi 30,2-40,6 cm. Lebar meja 56,3 cm serta lebar kursi 27,3 cm,
panjang kursi 39,2 cm dan tinggi sandaran punggung kursi 43,5 cm.
Penulis: Patima Harahap,
Listiani Nurul Huda, Sugi Arto Pujangkoro
Kode Jurnal: jptindustridd130291