USAHA PENINGKATAN KAPASITAS GELAGAR JEMBATAN JALAN PERSILANGAN TIDAK SEBIDANG TANPA MENGURANGI TINGGI RUANG BEBAS

ABSTRAK: Perkembangan  sarana  transprotasi  menuntut  peningkatan  kemampuan  prasarana  transportasinya.  Salah  satu  prasarana transprotasi  yang  dituntut  untuk  mengimbangi  kebutuhan  sarana  transportasi  tesebut  diantaranya  jembatan.  Peningkatan kemampuan  jembatan  memerlukan  peningkatan  kapasitas  gelagar  utamanya.  Secara  umum,  peningkatan  kapasitas  gelagar utama memerlukan peningkatan momen inersia yang umumnya dilakukan dengan penambahan tinggi gelagar. Pada jembatan yang  menghubungkan  jalan  persilangan  tidak  sebidang  hal  ini  menyebabkan  pengurangan  tinggi  ruang  bebasnya.  Dalam penelitian  ini  diteliti  dua  macam  model  gelagar  pelat  penampang  doubel  delta  (modifikasi  dari  penampang  I)  untuk mengetahui  besar  peningkatan  kemampuan  menahan  beban  maksimum  dan  kapasitas  momennya  tanpa  menambah  tinggi gelagar. Hasil penelitian menunjukkan gelagar pelat baja dengan model doubel delta dapat dipilih sebagai gelagar jembatan jalan  persilangan  tidak  sebidang  yang  memerlukan  peningkatan  kapasitasnya  tanpa  mengurangi  tinggi  ruang  bebas  jalan dibawahnya,  karena  dari  hasil  uji  eksperimental  dua  model  gelagar  pelat  baja  penampang  doubel  delta  dengan  rasio  tinggi pelat  badan dan  lebar  pelat  sayap  4,6  dan  5,29, keduanya  menunjukkan peningkatan  kemampuan  menahan beban  2,65 kali dan  peningkan  momen  maksimum  berturut  turut  2,21  dan  2,5  kali  dari  tampang  profil  I  aslinya,  meskipun  membutuhkan tambahan bahan pelat baja dengan volume berkisar 1,48-1,52 kalinya.
Kata-kata Kunci: Prasarana transportasi, jembatan, gelagar, tinggi ruang bebas, penampang doubel delta
Penulis: Bambang Supriyadi
Kode Jurnal: jptsipildd120013

Artikel Terkait :