TINJAUAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI PADANG - SUMATERA BARAT

ABSTRAK: Kawasan  pesisir  Padang  merupakan  daerah  permukiman  yang  padat,    salah  satu  kawasan  andalan  yang menjadi  prioritas  untuk  dikembangkan  oleh  Pemerintah  Daerah  Sumatera  Barat.  Amukan  gelombang Samudera  Hindia  di  pesisir  Padang  (17,90  km)  dengan  arah  selalu  berubah  mengikuti  musim  merupakan permasalahan. Sepanjang 13,50 km telah terabrasi dalam berbagai intensitas dengan pengikisan rata-rata 2,20 m setiap tahun sejak 1918. Abrasi merupakan erosi pantai yang diikuti dengan longsoran pada material masif tebing  pantai.  Bentuk  pantai  Padang  relatif  lurus,  sebagian  besar  pantainya  disusun  oleh  pasir,  dibelakang pantai  berupa  dataran  alluvial  yang  luas.  Konsep  dasar  penanggulangan  abrasi  pantai  Padang  adalah meredam  pengaruh  energi  gelombang  laut  dengan  pemasangan  batu  diameter  0,50-1,50  m  dan  pasir  pantai yang  terancam  stabilitasnya.  Groin  dengan  material  batu  yang  dipasang  menjorok  ke  laut  15-25  m  dengan interval  50  m  dan  tanggul  pantai  adalah  bentuk  proteksi  pantai  yang  cukup  berhasil.  Tetapi  teknik  ini terkadang merusak estetika keindahan panorama alami pantai.
Kata kunci: gelombang, abrasi, penanggulangan, groin, tanggul pantai
Penulis: Bambang Istijono
Kode Jurnal: jptsipildd130076

Artikel Terkait :