ANALISA KEHANCURAN AGREGAT AKIBAT TUMBUKAN DALAM CAMPURAN ASPAL
ABSTRAK: Salah satu
transportasi yang berkembang di
Indonesia adalah transpotasi darat, dimana kegiatan masyarakat tidak terlepas
dari sarana dan
prasarana transportasi tersebut.
Perkerasan jalan yang
bermutu baik sangat menunjang bagi
kehidupan manusia untuk
memenuhi kebutuhannya. Akibat
dari kegiatan masyarakat
ini menyebabkan terjadi pergerakan dari satu tempat ke tempat yang lain
yang mempengaruhi volume lalu lintas. Volume
lalu lintas berbanding
lurus dengan kegiatan
masyarakat. Semakin meningkat
kegiatan masyarakat maka volume
lalu lintas akan
semakin tinggi. Dibutuhkan
sarana dan prasarana
transportasi yang memadai untuk
menunjang kegiatan masyarakat,
diantaranya melakukan peningkatan
ketahanan jalan raya
dalam menerima beban lalu
lintas yang semakin
tinggi. Hal tersebut
dapat tercapai dengan
meningkatkan mutu perkerasan jalan.
Material utama pembentuk
lapisan perkerasan jalan
adalah agregat, yaitu
90-95 % dari berat
campuran perkerasan. Agregat
yang digunakan harus
memenuhi persyaratan yang
ada, disini lebih dikhususkan pada nilai kehancuran
agregat (AIV) terhadap
beban tumbuk. Penelitian
ini menggunakan campuran Asphalt
Concrete Wearing Course
(AC-WC) gradasi halus.
Campuran yang sesuai
dengan spesifikasi
dibandingkan dengan beberapa
kombinasi nilai kehancuran
agregat (AIV) yang
berbeda. Berdasarkan
penelitiaan ini diperoleh
bahwa penggunaan nilai
kehancuran agregat (AIV)
terendah memberikan nilai kadar aspal optimum yang
kecil, nilai stabilitas tinggi, kelelehan yang
rendah, VIM yang besar, MQ yang
kecil, dan VMA yang kecil dibandingkan dengan campuran lain.
Penulis: M. Aminsyah
Kode Jurnal: jptsipildd130077