PENGUKURAN KADAR AIR TANAH DENGAN MENGGUNAKAN GYPSUM BLOCK
Abstract: Pekerjaan teknik
sipil banyak dilakukan pada tanah tidak jenuh air (unsaturated). Perubahan kedudukan
muka air tanah akan mempengaruhi tingkat kadar air dalam tanah. Pengukuran
kadar air biasanya dilakukan dalam laboratorium yang memerlukan waktu yang
lama. Sebagai alternative gypsum block dapat pakai sebagai alat sensor kadar
air yang dapat mempercepat pengukuran kadar air tanah dan langsung dipakai
dilapangan setelah dikalibrasi secara individu.
Penelitian ini dilakukan terhadap dua jenis tanah yaitu tanah lempung
(CH) dan pasir berlanau (SM) dengan volume contoh tanah yaitu menggunakan mold
Standard serta usaha pemadatan sampel tanah yaitu 25 pukulan per lapis.
Pemberian kadar air untuk tanah lempung yaitu 10% , 15% ,20% ,30% dan 40%
sedangkan pada sampel pasir berlanau, kadar air yang diberikan yaitu 5% ,8%
,11%, 14% dan 17%.
Hasil pengujian menunjukkan hubungan kadar air dengan resistansi gypsum
block yang menghasilkan koefisien korelasi (R2) = 0.904 pada sampel uji tanah
lempung dan R2 = 0.146 pada pasir lanau. Dengan demikian hasil penelitian
memperlihatkan bahwa gypsum block dapat digunakan untuk mengukur kadar air pada
tanah lempung, sedangkan pada pasir berlanau, penggunaan gypsum block tidak
cocok, karena tidak memberikan hasil yang baik, disebabkan oleh sifat
permeabilitas pasir lanau yang besar.
Penulis: Tri Mardiyati
Wahyuningsih Sir, Margareth Evelyn Bolla
Kode Jurnal: jptsipildd110135