PENGGUNAAN METODE KAGAN UNTUK ANALISIS KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN PADA WILAYAH SUNGAI (WS) WAE-JAMAL DI PULAU FLORES
ABSTRAK: Data stasiun
hujan sangat penting
dalam analisis hidrologi
suatu Wilayah Sungai
(WS). Tujuan setiap pengukuran curah
hujan suatu lokasi
adalah untuk memperoleh
data yang benar-benar
mewakili lokasi tersebut. Dalam melakukan
pengukuran curah hujan
terdapat beberapa pertimbangan
antara lain adalah
bagaimana menentukan lokasi jaringan
kerja alat penakar
tersebut agar dapat
mewakili daerah yang
dikehendaki guna menghitung curah
hujan suatu area.
Untuk mengetahui ketelitian perkiraan hujan pada WS Wae-Jamal metode yang digunakan adalah metode Kagan.Wilayah Sungai
Wae-Jamal terletak di
Propinsi NTT khususnya
Pulau Flores. WS
Wae-Jamal mempunyai luas 6623,55
km2 dan memiliki jumlah stasiun yang aktif adalah 7 buah
stasiun.Hubungan jarak dan besarnya curah hujan
yang ditunjukan oleh
koefisien korelasi untuk
hujan harian diperoleh
0,412 dan curah
hujan bulanan 0,123. Kedua
nilai koefisien korelasi
ini, menunjukkan korelasi
yang lemah antar
stasiun hujan dalam
WS Wae-Jamal sehingga akan menghasilkan data hujan yang kurang akurat.
Besarnya kesalahan perataan
dengan jumlah 7 stasiun pada WS Wae-Jamal
sebesar 11,242 %
untuk curah hujan
harian dan untuk
curah hujan bulanan
kesalahannya sebesar 13,809
%. Dari data curah hujan harian,
untuk kesalahan 10% diperoleh jumlah
stasiun sebanyak (n) = 10 buah dengan
kerapatan = 662,355 km2/stasiun dan untuk kesalahan 5% jumlah stasiun yang
diperoleh (n) = 36 buah dengan kerapatan = 183,988 km2/stasiun, sedangkan curah
hujan bulanan diperoleh jumlah stasiun sebagai berikut, kesalahan 10%
menghasilkan jumlah stasiun
sebanyak (n) =
15 buah dengan
kerapatan = 441,57
km2/stasiun dan kesalahan 5%
diperoleh jumlah stasiun hujan sebanyak (n) = 55 dengan kerapatan = 120,428
km2/stasiun.
Penulis: Denik Sri
Krisnayanti, Wilhelmus Bunganaen, Jacob Kedoh
Kode Jurnal: jptsipildd120042