PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBUATAN KERAMIK RADISONAL MEMANFAATKAN ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA DI DESA KLAMPOK

Abstrak: Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  pengembangan  teknologi  pembuatan  keramik  tradisional  secara  mekanis yang sederhana, mudah pengoperasiannya namun dapat mempercepat proses pembuatan keramik. Penelitian diawali dengan melakukan observasi ke tempat kerajinan keramik, selain untuk mengamati proses pembuatan keramik  secara  tradisional  juga  untuk  melihat  mesin-mesin  yang  sudah  dipakai  di  lapangan.  Berdasarkan hasil  observasi  kemudian  dilakukan  perancangan  mesin  yang  merupakan  pengembangan  dari  mesin-mesin yang  sudah  ada.  Hasil  rancangan  diwujudkan  melalui  proses  pengerjaan  mesin.  Mesin  putar  keramik  yang sudah  dibuat  kemudian  diuji  yang  meliputi  uji  laboratorium  dan  uji  lapangan.  Uji  laboratorium  dilakukan agar  mesin  yang  dibuat  optimum,  sedangkan  uji  lapangan  dilakukan  untuk  menguji  kemampuan  mesin dibandingkan  tradisional.  Parameter  yang  diukur  adalah  kapasitas  dan  kualitas  produk.  Komponen  utama mesin  putar  keramik  yang  telah  dibuat  meliputi  rangka  mesin,  motor listrik  3  Φ,  ¼  Hp, putaran  1440  rpm, arus 0,3 A, dan tegangan 220 V, sistem transmisi sabuk, poros penggerak, perbot dengan diameter 500 mm, dan inverter yang berfungsi untuk mengatur putaran secara gradual (Gradually speed control). Berdasarkan uji  laboratorium,  mesin  ini  berfungsi  dengan  baik.  kebutuhan  arus  dan  tegangan  menyesuaikan  besarnya beban dan putaran, sehingga tidak melebihi arus  dan tegangan yang ada (standar motor listrik). Kondisi ini justru  menguntungkan  karena  tidak  ada  pemborosan  energi  listrik.  efisiensi  penggunaan    daya  listrik berakibat  pada  penekanan  biaya  operasional.  Hasil  uji  lapangan  menunjukkan  bahwa  dengan  mesin  ini kapasitas produksi dapat ditingkatkan. Proses pembuatan keramik tanpa mal seperti pot hias, tempat pensil, dan  lain-lain,  kapasitas  produksi  dapat  ditingkatkan  hingga  40  %,  yaitu  dari  10  buah  per  jam  menjadi  14 buah  per  jam.  Sedangkan  proses  pembuatan  keramik  dengan  mal  seperti  piring  dan  nampan  hias,  dengan putaran  yang  tinggi  yaitu  720  rpm  kapasitas  produksi  dapat  ditingkatkan  hingga  400  %,  yaitu  dari  7  buah per jam menjadi 24 buah per jam dengan hasil kelihatan lebih halus.
Kata kunci: ”Teknologi”, “keramik”, “Tradisional”
Penulis: Bambang Sumiyarso
Kode Jurnal: jptmesindd100007

Artikel Terkait :