PENGARUH VISKOSITAS MEDIA CELUP TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO MARTENSITIC WHITE CAST IRON ASTM A532
Abstract: Besi tuang putih
memiliki keunggulan yaitu tahan aus, tahan korosi, kekuatan dan keuletan yang
tinggi serta tahan terhadap perubahan suhu Besi tuang putih banyak digunakan
pada industri pembuatan roda kereta api, rol untuk menggerus (grinding), dan
plat penghancur batu. Kelemahan dari besi tuang putih tersebut adalah ketahanan
terhadap keausan belum maksimal. Peningkatan ketahanan terhadap keausan salah
satunya dengan proses heat treatment. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh viskositas pada media celup terhadap kekerasan dan struktur mikro besi
tuang putih martensitik ASTM A532. Spesimen besi tuang putih martensitik ASTM
A532 merck Cr 12, CR 17, CR 21 dengan ukuran 15 mm x 10 mm x 10 mm, selanjutnya
dilakukan proses uji komposisi, heat teatment dengan suhu 900ÂșC ditahan 30
menit, lalu dicelupkan media oli dengan viskositas SAE 10, SAE 30, SAE 50.
Pengujian meliputi uji kekerasan vickers dan pengamatan struktur mikro. Hasil
pengujian komposisi kimia menunjukkan ASTM A532 CR12 mempunyai unsur C (carbon)
sebesar 1.75% dan unsur Cr (Chromium) sebesar 14.24% masuk dalam kategori
golongan besi tuang putih martensitik ASTM A532 Type A. ASTM A532, pada
spesimen CR17 mempunyai unsur C (carbon) sebesar 2.15%, unsur Cr (Chromium)
sebesar 17.90%, masuk golongan ASTM A532 Class II Type B. Dan Cr21 mempunyau
unsur C (carbon) sebesar 3,15%, unsur Cr (chromium) sebesar 19,25% termasuk
golongan ASTM A532 Type E. Hasil struktur mikro ASTM A532 terdiri dari struktur
martensit, perlit dan Carbida Cr. Hasil pengujian kekerasan media quenching oli
(SAE 10, SAE 30 dan SAE 50) untuk merck CR 12, CR 17, CR 21 nilai kekerasan
berbeda jauh (signifikan). Kekerasan tertinggi dari ketiga merck besi tuang
putih adalah CR 12 sebesar 1017,5 Kg/mm² pada quenching SAE 10, struktur
martensit menjadi berkurang namun carbida Cr bertambah sehingga kekerasan
menjadi tinggi. Dan kekerasan terendah pada CR 21 yaitu 600,1 Kg/mm² pada
quenching SAE 50, pemanasan akan menurunkan jumlah martensit dan carbida
sehingga kekerasan menurun.
Penulis: Subardi, Ratna
Kartikasari, Achmad Supiani
Kode Jurnal: jptmesindd110218