PENGARUH MODEL KEBOCORAN DINDING PIPA SAMPING TERHADAP FLUKTUASI TEKANAN ALIRAN DUA FASE AIR-UDARA PADA PIPA HORISONTAL
Abstract: Aliran dua fase pada
pipa akan memberikan pola aliran yang berbeda dan karakteristik slip antar
fase. Pola aliran dapat diidentifikasi dengan fluktuasi tekanan, deteksi
kebocoran harus menentukan karakteristik (pola aliran) sebelum suatu titik
kebocoran dapat dikenali. Pendeteksian kebocoran aliran dua fase adalah lebih
rumit dengan melibatkan distribusi fase di dalam pipa dan lokasi kebocoran pada
sekeliling pipa. Bentuk kebocoran yang diteliti terjadi pada pipa dengan
berdiameter 7 mm dan berposisi pada samping dinding pipa. Pada penelitian ini
digunakan dua buah pressure differential tranducer yang dipasang di sisi
upstream (sebelum kebocoran) dan sisi downstream (setelah kebocoran) dengan
jarak 400 mm. Sinyal fluktuasi penurunan tekanan direkam dengan menggunakan
akuisisi data (data acquisition) dan diolah dengan menggunakan Digital Signal
Prossesing (DSP) dan Fast Fourier Transform (FFT) untuk menghasilkan Power
Spectrum Density (PSD). Hasil penelitian ini memperlihatkan perubahan/perbedaan
yang jelas pada pola sinyal fluktuasi penurunan tekanan di sisi upstream dan
sisi downstream, bila terjadi kebocoran pada bagian samping pipa untuk aliran
plug, aliran slug.
Kata kunci: Aliran dua fase, air-udara, pressure
differential, kebocoran pipa, pola aliran, Power Spectrum Density
Penulis: Syafrul Hadi
Kode Jurnal: jptmesindd110217