PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CAMPURAN PADA BIOBRIKET KULIT METE DAN SEKAM PADI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN
ABSTRACT: Permintaan energi
nasional akan energi fosil yang meningkat namun tidak diimbangi oleh sumber
energi fosil itu sendiri mengakibatkan harga energi naik dan terjadinya
explorasi besar-besaran akan sumber energi fosil tersebut, oleh karena itu
dibutuhkan langkah untuk mencegah terjadinya krisis energi termasuk didalamnya
meningkatkan sumber energi terbarukan yang salah satunya bersumber dari
biomassa, dikarenakan Indonesia adalah termasuk negara agraris. Banyaknya
limbah pertanian seperti limbah sekam, limbah jerami, limbah tempurung kelapa,
adalah sebagian sumber energi yang potensial. Saat ini ekspor dalam bentuk
kacang mete sekitar 2% dari total hasil sehingga apabila berat kulit mete 0,42
dari berat total gelondong mete dengan kandungan energi 4.516 kkal/kg, maka
terdapat 4,933x109 kkal/tahun atau setara dengan 930 ton batu bara. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju penurunan berat terhadap
komposisi bahan pada biobriket campuran kulit mete dan sekam. Sebelum diuji
bahan biomassa dihancurkan dan dikeringkan lalu bahan biomassa tersebut
dibentuk menjadi biobriket dengan komposisi berat mete-sekam 75%-25% ; 50%-50%
; 25%-75% dan mempunyai berat 3,5 gram dan tinggi 25 mm. Pengujian dilakukan
pada ruang bakar yang dialiri udara dengan kecepatan 0,6 m/s 0,9 m/s and 1,2
m/s. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan udara dan semakin tinggi
kadar sekam dalam biobriket maka laju pembakaran dan suhu udara pembakaran akan
semakin meningkat dan biobriket dengan komposisi mete-sekam 25%-75% pada
kecepata udara 1,2 m/s mempunyai jumlah excess air sekitar 20% dari udara
pembakaran.
Penulis: LUTHFI MAHARSA,
MUHAMMAD
Kode Jurnal: jptmesindd120072