PENGARUH PROSES/METODE PENGECORAN TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS PADA BALING-BALING (PROPELLER) MOTOR TEMPEL (KETEK)
RINGKASAN: Proses pembuatan
baling-baling dapat dilakukan dengan pengecoran atau penuangan, bisa pengecoran
dengan menggunakan cetakan pasir (sand casting) atau pengecoran dengan cetakan
logam (die casting). Bahan yang digunakan untuk membuat baling-baling biasanya
ada 2 (dua) yaitu aluminium atau kuningan, yang masing-masing mempunyai
kekurangan dan kelebihan. Untuk mengetahui pengaruh proses pengecoran terhadap
sifat-sifat mekanis yang dihasilkannya, terutama kekerasan dan laju perambatan
retak, maka penelitian ini dilakukan. Sampel yang digunakan untuk penelitian
ini adalah baling-baling yang berdiameter 20” ( = 51 cm) sebanyak 2 (dua) buah
yang terbuat dari aluminium, dan 2 buah lagi terbuat dari kuningan. Bahan
aluminium dan kuningan yang digunakan adalah bahan limbah rumah tangga. Dari
tiap-tiap baling-baling kemudian dipotong-potong sehingga didapat 3 (enam) buah
spesimen untuk uji tarik statis dan 3 buah spesimen uji perambatan retak, serta
beberapa spesimen untuk uji kekerasan, sehingga jumlah spesimen total sebanyak
12 buah untuk uji tarik statis dan 12 buah untuk uji perambatan retak.
Penelitian dilakukan di Laboratorim Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Sriwijaya dan Laboratorium Mekanika Bahan Jurusan Teknik Mesin FT-UGM. Dari
hasil analisa yang dilakukan ternyata proses/metode pengecoran sangat
berpengaruh terhadap kekerasan baling-baling tersebut. Untuk baling-baling yang
terbuat dari aluminium maka peningkatan kekeras nnya sebesar 38%, sedangkan
yang terbuat dari kuningan mengalami peningkatan kekerasan sebesar 42%.
Demikian juga proses/metode pengecoran meningkatkan laju perambatan retak dari
baling-baling tersebut. Peningkatan yang terjadi pada baling-baling yang terbuat
dari kuningan adalah sebesar 29%, sedangkan peningkatan laju perambatan retak
pada baling-baling aluminium tidak terlalu siginifikan, yaitu hanya sebesar
16%.
Penulis: Siproni Umar
Kode Jurnal: jptmesindd100168