PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP BESARNYA DEBIT(Q) PADA SUATU KAWASAN (STUDI KASUS PASAR FLAMBOYAN)
Abstrak: Akibat adanya
perluasan wilayah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pesatnya
pembangunan, sistem drainase seperti parit-parit maupun drainase buatan tidak
terpelihara dengan baik. Akibat dari kondisi tersebut maka tidak heran apabila
Kota Pontianak menjadi salah satu kota banjir di Indonesia. Padahal pada saat
tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an bencana banjir jarang terjadi.
Banyaknya pembangunan yang dilakukan dari tahun ke tahun mengakibatkan
perubahan tata guna lahan yang ada. Penelitian ini merupakan suatu bentuk
kajian mengenai pengaruh perubahan tata guna terhadap besarnya debit (Q) pada
suatu kawasan, dengan daerah yang dijadikan sampel penelitian adalah pasar
Flamboyan Pontianak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan
tata guna lahan terhadap besarnya debit aliran di kawasan pasar Flamboyan, Kota
Pontianak dan membuat suatu konsep desain pasar Flamboyan sehingga dapat
mengurangi besarnya debit yang ada sekarang. Dari kajian yang dilakukan
didapatkan hasil perbedaan debit yang signifikan sebelum dan setelah pasar
Flamboyan dibangun. Perubahan tata guna lahan di pasar Flamboyan dari lahan
terbuka menjadi daerah yang terbangun mengakibatkan perubahan debit air secara
signifikan di mana debit sebelum dibangun adalah 0,073 m3/detik, dan setelah
dibangun adalah S1 Q5 = 0,152 m3/detik, S2 Q5 = 0,064 m3/detik, S3 Q5 = 0,041
m3/detik, S4 Q5 = 0,060 m3/detik. Hasil yang didapat dari desain
pasar Flamboyan yang baru dapat mengurangi debit pasar Flamboyan yang sekarang
dan debit setelah didesain menjadi 0,67 m3 sehingga debit aliran
yang ada pada saat sekarang ini dapat berkurang dan meminimalisir terjadinya
banjir.
Penulis: Ya’ Dwi Wendika,
Stefanus Barlian Soeryamassoeka, Erni Yuniarti
Kode Jurnal: jptsipildd120067