PENGARUH PERUBAHAN KATION TERHADAP NILAI ATTERBERG TANAH LEMPUNG LUNAK

ABSTRAK: Tanah lempung tersusun dari lembaran tetrahedral (Si4+- O2-) dan lembaran oktahedral (Al3+- O2-). Perbandingan susunan lembar tetrahedral (silika) – oktahedral (alumina) menyebabkan tanah lempung memiliki ikatan antar lapisan yang stabil (perbandingan 1 : 1 ) dan tidak stabil (perbandingan 2:1). Untuk menstabilkan ikatan antar lapisan, tanah lempung mengikat kation yang berada dis-ekitarnya berupa ion bebas dan yang terlarut dalam air.  Kuat lemahnya ikatan kation yang terdapat di diantara lapisan tergantung dari jenis logam yang terikat. Hal ini menyebabkan sifat tanah lempung mudah mengembang dan menyusut. Identifikasi awal terhadap pengembangan jenis tanah lempung dapat dilihat dari nilai batas Atterrberg dari tanah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan kation pada tanah lempung terhadap nilai batas Atterberg nya (batas cair (Liquid Limit,LL), batas plastis (Plastic Limit, PL) dan batas susut (Shrinkage limit, SL)). Perubahan kation pada tanah lempung dilakukan dengan menggunakan proses elektrokinetik dengan menggunakan arus searah (direct current, DC). Analisa komposisi kation tanah asli dan akhir pengujian dilakukan dengan proses kimia dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrum). Dari hasil pengujian secara kimia dan dibandingkan dengan nilai Atterberg menunjukkan hasil bahwa karakteristik kation Ca dan Mg menunjukkan trend yang sama namun terbalik. Sedangkan untuk kation yang lain, tidak memiliki perilaku yang tetap terhadap perubahan nilai batas Atterberg. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dan pertimbangan dalam pelaksanaan stabilisasi tanah lempung ekspansif. 
Kata-kata kunci: tanah lempung, pengembangan, Atterberg, kation
Penulis: Nahesson Hotmarama Panjaitan, Ahmad Rifa’i, Agus Darmawan Adi, P. Sumardi
Kode Jurnal: jptsipildd120116

Artikel Terkait :