PENGARUH BESAR ARUS LISTRIK DAN PANJANG BUSUR API TERHADAP HASIL PENGELASAN
Abstract: Definisi pengelasan
menurut DIN (Deutsche Industrie Norman) adalah ikatan metalurgi pada sambungan
logam atau logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair. Dengan
kata lain, las merupakan sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan
energi panas. Mengelas merupakan salah satu cara menyambung logam dengan
menggunakan panas. Salah satu cara menyambung logam selain dengan menggunakan
las gas adalah dengan cara menggunakan las listrik, ini yang biasa disebut
dengan las busur listrik atau umumnya disebut las listrik. Las listrik adalah
suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai
sumber panas dan elektroda sebagai bahan tambah. Penyalaan busur api dapat
dilakukan dengan dua cara untuk pesawat las AC penyalaan busur api yang
digunakan dengan cara menggoreskan elektroda pada benda kerja, sedangkan untuk
mesin las DC, penyalaan yang digunakan dengan cara disentuhkan atau dihentakkan
pada benda kerja Dalam memilih besarnya arus yang digunakan, tergantung pada
besar kecilnya diameter elektroda dan jenis serta tipe elektroda yang
digunakan, karena tiap-tiap elektroda memiliki ampere minimum dan maximum. Pada
prakteknya dipilih ampera pertengahan atau rata. Jarak panjang pendeknya busur
api sangat berpengaruh terhadap hasil pengelasan. Panjang busur (L) yang normal
adalah kurang lebih sama dengan diameter (D) kawat inti elektroda. Bila panjang
busur api tepat (L=D), maka cairan elektroda akan mengalir dan mengendap dengan
baik, bila busur api terlalu panjang (L>D), maka timbul bagian-bagian yang
berbentuk bola dari cairan elektroda, bila busur api terlalu pendek (L
Penulis: Fenoria Putri
Kode Jurnal: jptmesindd090159