Observasi Garis Freatis pada Model Bendungan Berdasarkan Kepadatan Tanah Melalui Model Fisik

Abstrak: Kestabilan  tubuh  bendung  tergantung  pada  besar  kecilnya  rembesan  yang  terjadi.  Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk  melihat  dan  mengamati  pola  aliran  garis  freatis  yang  terjadi  pada  tubuh  bendungan  serta  menghitung  debit  rembesan  yang  dihasilkan.  Penelitian  ini  menggunakan  model  tubuh  bendungan  yang  terbuat  dari  tanah lempung  kekuning-kuningan  dengan  memvariasikan  tingkat  kepadatan  tanah  sebesar  60%,  65%,  dan  70%. Penelitian uji model menggunakan bejana kaca setebal 10 mm dengan panjang 180 cm, lebar 44 cm, dan tinggi 68 cm dengan skala 1 : 25 dari prototipenya. Penelitian ini memiliki 3 variasi tinggi air tampungan, yaitu 35 cm, 45  cm,  dan  55  cm.  Pola  aliran  rembesan  ini  dianalisis  dengan  menggunakan  teori  perhitungan  aliran  yaitu metode Dupuit, metode Schaffernak, dan metode Cassagrande. Pada penelitian ini, pada kondisi kepadatan tanah 60%, 65%, dan 70% hanya pada kondisi air tampungan 55 cm yang dapat memenuhi metode Cassagrande. Besar debit  yang  dihasilkan  menurut  perhitungan  dan  penelitian  masing-masing  untuk  kepadatan  60%,  65%,70%   adalah 6,015 x 10-6 cm3/det dan 8,07 x 10-6 cm3/det, 5,806 x 10-6 cm3/det dan 7,80 x 10-6 cm3/det, 5,372 x 10-6 cm3/det  dan  7,21  x  10-6  cm3/det.  Perbedaan  debit  dari  hasil  perhitungan  dan  penelitian  menunjukkan  kalibrasi  pemodelan  belum  sempurna.  Hasil  yang  didapat  menunjukkan  bahwa  semakin  tinggi  tingkat  kepadatan  tanah  pada tubuh bendungan maka semakin kecil debit rembesan yang dihasilkan.
Kata-kata Kunci: Pola aliran garis freatis, debit rembesan, bendungan, kepadatan tanah
Penulis: Azmeri, Maimun Rizalihadi, Irma Yanita
Kode Jurnal: jptsipildd130072

Artikel Terkait :