MITIGASI DAERAH RENTAN GERAKAN TANAH DI KABUPATEN ENREKANG

Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menidentifikasi daerah rentan gerakan tanah dan arahan mitigasi yang akan dikembangkan. Selain itu, penelitian ini juga ingin memperlihatkan bahwa Norma, Standar dan Pedoman (NSP) dapat diimplementasikan secara lebih baik dengan bantuan alat analisis data spasial seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) karena mampu memadukan dan mengolah data spasial sehingga dapat menghasilkan informasi baru berkaitan dengan tujuan analisis berupa informasi deskripsi, peta dan tabular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan rentan gerakan tanah rawan terdapat sekitar 13,07 % ,tingkat sedang sekitar 50,57 % dan tidak rawan sekitar 36,66 % dari total luas wilayah. Jika dirinci menurut tingkat kerentanan, untuk tingkat rawan terluas berada di Kec. Enrekang, Kec. Anggeraja dan Kec. Masalle serta Kec. Buntu Batu. Juga ditemukan bahwa faktor kemiringan lereng dan penggunaan lahan merupakan faktor utama tingginya tingkat kerentanan gerakan tanah. Jika ditinjau dari penetapan kawasaan hutan di Kab.Enrekang, terlihat bahwa di wilayah rentan gerakan tanah dengan tingkat rawan, kawasan hutan lindung merupakan kawasan terluas.
Keywords: Mitigasi; tingkat rentan gerakan tanah;sistem informasi geografis
Penulis: Abdul Rachman Rasyid, Isfa Sastrawati, Syahriana Syam, Fajar Sukma Jaya
Kode Jurnal: jptmesindd120177

Artikel Terkait :