MANAJEMEN RUAS JALAN DAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KOTA SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Abstrak: Kota Sukadana sebagai
ibukota Kabupaten Kayong Utara mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama
di bidang sosial budaya, ekonomi, kependudukan, sarana, prasarana serta
transportasi. Berkembangnya berbagai aspek tersebut menyebabkan bertambah pula
tingkat pengguna jalan dan volume kendaraan, sehingga perlu adanya suatu
penanganan terhadap kondisi kinerja ruas jalan, guna mewujudkan kegiatan lalu
lintas dan angkutan jalan yang aman, cepat, lancar, tertib, nyaman dan efisien.
Oleh karena itu, diperlukan manajemen ruas jalan dan skala prioritas penanganan
jalan kota yang diharapkan dapat melihat permasalahan secara komprehensif dan
dapat digunakan untuk membandingkan permasalahan yang terjadi. Metode yang
digunakan dalam pengambilan keputusan untuk permasalahan dalam penelitian ini
adalah metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) yang menggunakan multikriteria
dalam perumusan alternatif. Pada penelitian ini, para pemangku
kepentingan/pengambil keputusan merupakan nara sumber. Kriteria-kriteria
permasalahan yang diambil yaitu kinerja ruas jalan, keterpaduan hirarki pada
ruas jalan, akses ke moda transportasi lain, akses ke pusat kota/lingkungan,
dan volume lalu-lintas. Hasil akhirnya adalah peyusunan peringkatan prioritas
kriteria permasalahan dan prioritas ruas jalan yang perlu dilakukan penanganan
di Kota Sukadana sebagai studi kasus. Dari hasil penelitian pada tiap ruas
jalan di Kota Sukadana umumnya memiliki kinerja jalan yang cukup baik Hal ini
ditunjukkan oleh nilai DS tertinggi terdapat pada Jalan Bhayangkara dan Jalan
Tanjungpura yaitu 0,18 tidak melebihi nilai yang dapat diterima menurut Ditjen
Bina Marga (1997) untuk jalan perkotaan (biasanya 0,75) dan tingkat pelayanan
yang berada pada tingkat pelayanan B dan C. Dari hasil perhitungan bobot relatif
masing-masing kriteria, diperoleh bahwa akses ke pusat kota/lingkungan memiliki
bobot tertinggi atau berada pada peringkat pertama yaitu dengan bobot 0,278,
peringkat kedua kinerja jalan dengan bobot 0,277, peringkat ketiga keterpaduan
antarmoda dengan bobot 0,180, peringkat keempat keterpaduan hirarki ruas jalan
dengan bobot 0,165, dan peringkat kelima volume lalu lintas dengan bobot 0,124.
Prioritas penanganan jalan di Kota Sukadana pada peringkat pertama adalah Jalan
Bhayangkara dengan total bobot 4,400, usulan penanganan berupa pemberian marka
jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan trotoar, serta perbaikan jalan yang
berlubang. Peringkat kedua, Jalan Tanjungpura dengan total bobot 4,400, usulan
penanganan berupa pemberian marka jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan
trotoar, serta perbaikan jalan yang berlubang. Peringkat ketiga, Jalan Siduk
dengan total bobot 3,844, usulan penanganan berupa pemberian rambu dan marka
jalan, pembuatan saluran drainase, perbaikan jalan berlubang, serta pembuatan
trotoar. Peringkat keempat, Jalan Kota Karang dengan total bobot 3,629, usulan
penanganan berupa pembuatan saluran drainase, penertiban pedagang kaki lima,
pembuatan trotoar, pemberian rambu dan marka jalan. Peringkat kelima, Jalan
Siduk Ketapang dengan total bobot 3,290, usulan penanganan berupa pemberian
rambu dan marka jalan, pembuatan saluran drainase, serta pembuatan trotoar.
Penulis: Wan zulfikar
Kode Jurnal: jptsipildd130050