EVALUASI KELAYAKAN BANGUNAN BERTINGKAT PASCA GEMPA 30 SEPTEMBER 2009 SUMATERA BARAT (Studi Kasus : Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat)
ABSTRAK: Gempa bumi Sumatera
Barat 2009 merupakan salah satu gempa terbesar yang terjadi di Indonesia. Keadaan
bangunan pasca gempa tentu meninggalkan sisa bangunan yang mengalamai kerusakan
seperti retak – retak pada bagian dinding , keretakan pada bagian struktural
bangunan, bangunan runtuh sebagian , bahkan ada bangunan yang mengalami
keruntuhan total yaitu rata dengan tanah. Gedung dinas perhubungan, komunikasi
dan informatika Sumatera Barat salah satu bangunan yang rusak akibat gempa. Gedung tersebut ditentukan jenis
kerusakan secara visual maupun menggunakan program SAP kemudian dilakukan
analisis kemampuan bangunan dalam memikul beban yang bekerja terhadap gempa
serta diberikan rekomendasi perbaikan terhadap bangunan. Penelitian ini diawali
dengan survey lapangan dan dilakukan test hammer untuk mendapatkan kuat tekan
kolom (20,62 Mpa), balok (19,74 Mpa), dimensi, serta denah bangunan yang mana
data yang ada akan diinputkan ke program
SAP untuk mengevaluasi struktur bangunan. Berdasarkan hasil dari analisa
struktur menggunakan program SAP, output
yang diperoleh dimasukkan kedalam grafik Pu dan Mu kolom dan grafik kapasitas
geser kolom. Selain itu juga dilakukan pengecekan kapasitas penampang balok
dalam memikul beban lentur dan geser yang bekerja. Selanjutnya dapat disimpulkan
penyebab kerusakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan untuk
bagian bangunan yang rusak dan lemah dalam memikul gaya yang bekerja.
Selanjutnya dilakukan re-analisis untuk memastikan kekuatan bangunan setelah
diperkuat dalam memikul beban sehingga bangunan dinyatakan layak untuk
digunakan kembali.
Penulis: Zaidir, Maizul
Nofitra, Laura Masmia Putri
Kode Jurnal: jptsipildd120083