Analisis arah dan perlakuan serat tapis serta rasio epoxy hardener terhadap sifat fisis dan mekanis komposit tapis/epoxy
Abstrak: Tapis kelapa sebagai
salah satu serat alami saat ini ketersediaannya sangat berlimpah, namun tidak
lagi dimanfaatkan dan dibuang sebagai limbah. Padahal serat tapis kelapa masih
dapat digunakan sebagai salah satu serat alami alternatif untuk bahan komposit. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui perilaku perubahan sifat fisis dan mekanis bahan
komposit dengan menggunakan serat alami yaitu tapis kelapa sebagai penguat dan
epoxy 7120 dengan hardener Versamid 140 sebagai matrik. Perlakuan terhadap
serat dilakukan dengan NaOH dan KMnO4 dengan prosentase masing-masing 0,5%, 1%,
and 2% berat. Perbandingan epoxy dan hardener yaitu 7:3 dan 6:4, serta
orientasi serat tapis 0o, 45o dan 90o. Pengujian spesimen dilakukan
dengan uji tarik dengan standar ASTM D3039 dan uji three point bending dengan
standar ASTM D790. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa perlakuan serat tapis
dengan zat kimia KMnO4 memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan
NaOH. Variasi prosentase 0,5%, 1%, and 2% berat NaOH dan KMnO4
memberi pengaruh dimana semakin besar prosentasenya permukaan serat menjadi
semakin bersih, kadar wax berkurang dan lebih kasar sehingga ikatan serat
dengan matrik semakin kuat sehingga meningkatkan kekuatan tarik, kekuatan
bending serta modulus bending. Variasi orientasi serat tapis 0o, 45o dan 90o memberi pengaruh secara
significant terhadap kekuatan tarik komposit baik dengan perlakuan NaOH maupun
KMnO4. Kekuatan tarik maksimum terdapat pada komposit yang memiliki orientasi
serat 45o. Ratio epoxy/hardener 7:3 memberi efek lebih besar
dibandingkan ratio 6:4, kecuali modulus elastisitas. Kekuatan tarik, modulus
elastisitas dan kekuatan bending tertinggi berturut-turut sebesar 70,23 MPa,
466,24 GPa dan 97,81 MPa dicapai pada komposit dengan ratio epoxy/hardener 7:3
dan 2% KMnO4 dan orientasi serat 45o. Sedangkan modulus elastisitas tertinggi
385,48 GPa dicapai komposit dengan ratio epoxy/hardener 6:4, 2% KMnO4 dan
orientasi serat 90o.
Penulis: Putu Lokantara dan
Ngakan Putu Gede Suardana
Kode Jurnal: jptmesindd070033