STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH LUAS TULANGAN UTAMA PADA KOLOM AKIBAT BEBAN GEMPA
ABSTRAK: Indonesia terletak
pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia,
Eurasia dan lempeng Pasifik, akibatnya Indonesia menjadi salah satu wilayah
paling rawan gempa di dunia. Seperti gempa yang terjadi akhir-akhir ini di
Aceh, Nias, Palu, Yogyakarta, Sumatera Barat dan Bengkulu. Gempa ini
meruntuhkan bangunan-bangunan dan juga rumah sederhana (non-engineered house).
Berdasarkan survei, salah satu kerusakan yang terjadi akibat gempa adalah
kegagalan struktur dalam menahan beban yang ada. Kolom yang banyak digunakan
masyarakat menggunakan tulangan lentur yang bervariasi, antara diameter 8 mm
hingga 12 mm.
Penelitian ini mengenai perilaku kolom ketika diberi beban gempa statik
pushover, meliputi pola keretakan, distribusi tegangan regangan dan deformasi
yang terjadi. Penelitian dilakukan secara pengujian dan analisa secara numerik
dengan menggunakan portal full sacle yang meggunakan tulangan lentur 4 Ø8
(tulangan minimum yang umum digunakan dalam masyarakat) baik untuk balok maupun
kolom. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan keruntuhan yang terjadi
merupakan keruntuhan tarik. Selain itu, saat regangan maksimum beton tercapai
εc = 0,003, keseluruhan tulangan pada kolom baik tulangan tekan maupun tulangan
tarik bersifat tarik. Kondisi ini dapat mengurangi kapasitas penampang terhadap
momen lentur, sehingga tulangan 4 Ø8 tidak baik digunakan pada kolom rumah
sederhana.
Kata Kunci: gempa, rumah
sederhana, kolom, tulangan lentur, tegangan-regangan
Penulis: Febrin Anas Ismail
Kode Jurnal: jptsipildd080020