PREDIKSI KUAT GESER BALOK - TINGGI BETON BERTULANG BERDASARKAN STRUT AND TIE MODEL
Abstract: Balok tinggi beton
bertulang merupakan salah satu contoh daerah terganggu (Disturb Region) pada
elemen struktur. Pada D-region, teori balok (beam teori) tidak tepat diterapkan
oleh karena itu diperlukan suatu metode yang rasional untuk diterapkan pada
daerah-daerah tersebut. Strut and Tie Model (STM) merupakan pengembangan dari
analogi rangka, telah diakui cukup baik diterapkan pada daerah-daerah tersebut.
Pada tulisan ini diuraikan keakuratan dari metode STM dalam memprediksi kuat
geser dari balok tinggi beton bertulang. Sebanyak 151 buah balok tinggi beton
bertulang hasil eksperimen dengan rasio av/d < 2.5 dikumpulkan dari
literatur, dianalisis sesuai dengan pengklasifikasian data berdasarkan kriteria:
keberadaan tulangan badan (balok - tinggi dengan tulangan badan dan balok -
tinggi tanpa tulangan badan), kuat tekan beton (beton normal dan beton mutu
tinggi). Kuat geser hasil eksperimen dibandingkan dengan kuat geser hasil
analisis berdasarkan metode STM. Analisa statistik sederhana terhadap rasio
perbandingan (VTEST/VSTM) ini dilakukan untuk mengetahui rata-rata (AVR),
standar deviasi (STD) dan koefisien variasi (COV). Hasil analisis menunjukkan
bahwa Metode STM dengan mengambil bentuk strut prismatis dan kekuatan
elemen-elemennya mengikuti ACI 318-2002 Apendik A, mampu memprediksi kuat geser
balok tinggi beton normal dengan tulangan badan secara aman dengan nilai
AVRtotal dari VTEST / VSTM sebesar 1,154 dengan STD dan COV masing-masing 20.9%
dan 18.9%. Namun metode STM menjadi tidak konservatif lagi bila mutu beton
ditingkatkan f’c > 41 MPa. Untuk balok tinggi beton bertulang tanpa adanya
tulangan badan baik beton bermutu normal maupun beton mutu tinggi, prediksi
kuat geser metode STM secara umum tidak konservatif.
Keywords: balok tinggi, kuat
geser, strut and tie model, beton bertulang
Penulis: I K. Sudarsana
Kode Jurnal: jptsipildd060021