PENGARUH PENAMBAHAN SLURRY BENTONITE TERHADAP KEMANTAPAN GALIAN PADA PASIR
Abstract: Dalam menanggulangi
kelongsoran tebing dalam pelaksanaan pekerjaan galian terutama pada pekerjaan
galian yang luas dan dalam, pada tanah pasir, dan lingkungan kerja yang relatif
sempit, dipakai turap kantilever. Namun, pengaruh tegangan tanah lateral menjadi
sangat besar, sehingga dimensi struktur turap menjadi besar. Usaha untuk
mengurangi pengaruh tekanan tanah lateral dilakukan dengan me-nambahkan slurry
Bentonite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan
kekuatan tanah dalam hal menahan kelongsoran pada galian dan menge-tahui
perubahan perilaku tanah pasir apabila bentonite diserapkan ke dalam tanah
tersebut. Penelitian ini menggunakan bak sampel dari kaca dengan ukuran 80 cm x
30 cm x 40 cm. Bak diisikan pasir dengan kerapatan relatif tertentu dengan
tinggi 35 cm. Bento-nite yang dipergunakan dalam penelitian ini mempunyai batas
cair 150%. Slurry bentonite dengan konsentrasi 6%, 8%, 11% atau dengan kadar
2,3%, 3%, 4% diserapkan ke dalam pasir dengan menyiramkan slurry di atas permukaan
dibantu dengan menusuk-nusuk dengan kawat berdiameter 3 mm. Penyiraman
dilakukan secara bertahap sebanyak 5 kali mengikuti tahapan penggalian pasir
pada satu sisi sekat kaca. Sampel diambil dengan alat pengambil sampel untuk
dites pada tes triaksial dengan kondisi consolidated undrained/CU. Pada bak
sampel yang lain diadakan tes pembebanan. Pasir yang dipakai pada penelitian
ini, mempunyai parameter yaitu: berat volume 1,59 gr/cm3, kerapatan relatif
50,25%, kadar air 3,8%. Pada kondisi awal didapat kohesi (c) = 0, sudut geser
dalam (?) = 43,7 ? pada geser langsung dan (?) = 31,47? pada geser bebas. Hasil
tes menunjukkan parameter-parameter sebagai berikut : ? = 7?, ?' = 8?, cu =
25,77 kPa, cu' = 25,37 kPa, ? = 1,78 gr/cm3 untuk konsentrasi 6%; ? = 5?, ?' =
7?, cu = 29,55 kPa, cu' = 27,02 kPa, ? = 1,82 gr/cm3 untuk konsentrasi 8%; ? =
3?, ?' = 4?, cu = 36,13 kPa, cu' = 35,02 kPa, ? = 1,95 gr/cm3 untuk konsentrasi
11%. Tes pembebanan pada semua kondisi pasir di atas, menunjukkan bahwa pasir
masih mampu menahan beban 2000 kg/m2. Secara analitis, turap dihitung untuk
menahan tebing dengan parameter yang sama seperti di atas, turap diperlukan di
bawah kedalaman galian kritis minimum yaitu pada kedalaman 289,55 cm untuk
konsentrasi 6%, 324,72 cm untuk konsentrasi 8%, dan 370,56 cm untuk konsentrasi
11%. Namun, dari perhitungan pula didapat bahwa turap belum terbebani pada
kedalaman 6 meter dengan beban merata 2000 kg/m2. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa penambahan slurry bentonite pada pasir dengan konsentrasi 6%, 8%, 11%
sangat berpengaruh dalam memantapkan tebing vertikal galian. Tinggi kritis
galian (Hc) menjadi semakin dalam apabila kadar bentonite semakin besar. Makin
besar kadar bentonit dalam pasir makin memantapkan tebing galian.
Keywords: slurry Bentonite,
kemantapan galian, peningkatan kohesi tanah
Penulis: Tjokorda Gde Suwarsa
Putra, I Wayan Redana, I Ketut Swijana
Kode Jurnal: jptsipildd060020