PENGARUH PERKUATAN LENTUR DENGAN PELAT BAJA TERHADAP PERILAKU BALOK-T JEMBATAN
Abstract: Beberapa penelitian
tentang penambahan perkuatan eksternal dari pelat baja pada balok beton
bertulang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
efektivitas dari penambahan pelat baja eksternal sebagai perkuatan lentur pada
balok-T beton bertulang untuk jembatan. Sebanyak tiga buah balok-T standar Bina
Marga dibuat dalam skala 1: 4, dimana satu buah balok digunakan sebagai kontrol
sedangkan dua balok lainnya diperkuat dengan pelat baja. Balok T dengan lebar
badan 112,5 mm, tinggi 262,5 mm, dan panjang 3750 mm, diperkuat pelat baja
dengan dimensi 98,4x2400x1,4 mm. Pembebanan dilakukan dengan mengerjakan dua
buah beban terpusat sejarak 1 m ditengah bentang balok, yang menirukan beban
roda truk menurut BMS 1992. Parameter yang diukur dalam pengujian ini adalah
lendutan, beban retak pertama dan lebar retak. Hasil pengujian kemudian
dibandingkan dengan hasil analisa. Balok-T standar Bina Marga bentang 15 m
masih cukup kuat bila dibebani sebesar beban batas menurut BMS 1992. Hal ini
terlihat dari lendutan yang terjadi pada balok kontrol lebih kecil dari
lendutan ijin pada saat dibebani sebesar beban layan dengan faktor kejut (DLA)
sebesar 0,3. Prosentase perbandingan lendutan balok dengan lendutan ijin adalah
sebesar 87,5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pelat
perkuatan dapat meningkatkan kekakuan balok. Lendutan yang terjadi pada balok
perkuatan (B1 dan B2) lebih kecil 71% dari lendutan balok kontrol (BK) untuk
pembebanan 16,25 kN, lebih kecil 56,9% untuk pembebanan 32,5 kN dan lebih kecil
36,04% untuk pembebanan 65 kN. Pada pembebanan ultimit, lendutan balok
perkuatan (B1) lebih kecil 45,6% dari lendutan balok kontrol (BK). Beban retak
pertama hasil eksperimen pada balok dengan perkuatan (B1 dan B2) lebih besar
65,4% dari balok kontrol (BK). Pola kegagalan yang terjadi pada balok dengan
dan tanpa perkuatan adalah kegagalan geser yang disebabkan oleh perbedaan mutu
baja antara model dengan prototipe.
Keywords: balok-T, perkuatan
lentur, pelat baja, lendutan, lebar retak, beban retak pertama
Penulis: Made Sukrawa, L.G.
Wahyu Widyarini
Kode Jurnal: jptsipildd060027