NILAI NUTRISI HIJAUAN HASIL TUMPANGSARI ARBILA (Phaseolus lunatus) BERINOKULUM RHIZOBIUM DENGAN SORGUM (Sorghum bicolor) PADA JARAK TANAM ARBILA DAN JUMLAH BARIS SORGUM BERBEDA

ABSTRAK: Penelitian  dilakukan  bertujuan  untuk  mengevaluasi  nilai  nutrisi  hijauan  hasil tumpangsari arbila berinokulum dengan sorgum pada jarak tanam arbila dan jumlah baris  sorgum  yang  berbeda.  Penelitian  ini  disusun  berdasarkan  rancangan  acak lengkap pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu jarak tanam arbila (J):  J1 (120 cm), J2 (180 cm). Faktor kedua adalah jumlah baris sorgum (P) yaitu  P1 (1 baris), P2 (2 baris), P3 (3 baris), dengan ulangan 3 kali. Variabel yang diamati adalah kadar bahan organik (BO), kadar protein kasar (PK), kadar serat kasar (SK), kadar BETN, kadar ekstrak eter (EE), dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai  nutrisi  hijauan  hasil  tumpangsari  lebih  ideal  bagi  ternak  ruminansia dibandingkan dengan monokultur arbila maupun sorgum. Pada tumpangsari, kadar BO  pada  semua  perlakuan  tinggi  kecuali  pada  J1P1,  kadar  SK  terendah  pada  J1P2 (30,64%), kadar PK tertinggi pada J1P1 (16,16%) tetapi J1P2 masih menghasilkan PK yang tinggi (13,36%), kadar EE  antara semua perlakuan hampir sama, kadar BETN tertinggi  pada  J1P3  (48,35%)  dan  J2P1  (48,45%)  tetapi  J1P2  juga  mempunyai  kadar BETN  yang  masih  tinggi  (45,81%),  dan  kadar  abu  tertinggi  pada  J1P1  (8,62%) sedangkan  kadar abu pada J1P2 (7,51%) dan J1P3 (7,15%) masih baik sebagai hijauan. Disimpulkan bahwa pada tumpangsari arbila dan sorgum, jarak tanam arbila 120 cm dengan jumlah baris sorgum sebanyak 2 dan 3 menghasilkan produksi hijauan terbaik sebagai pakan ruminansia. 
Kata  kunci:  Phaseolus  lunatus,  Sorghum  bicolor,  Tumpangsari,  Jarak  tanam,  Jumlah baris, Hijauan
Penulis: B. B. Koten1, R. D. Soetrisno, N. Ngadiyono, B. Soewignyo
Kode Jurnal: jppeternakandd130094

Artikel Terkait :