Modifikasi Persamaan Hidrograf Satuan Sintetis Metoda Nakayasu Terhadap Hidrograf Satuan Observasi Das Ciliwung Hulu
Abstract: Kejadian banjir dan
kekeringan dalam suatu daerah pengaliran sungai terjadi akibat fenomena iklim,
yaitu distribuasi curah hujan terjadi dalam waktu yang singkat dengan intensitas
tinggi, atau periode kemarau yang terjadi lebih panjang dari normalnya. Secara
umum penyebab banjir adalah adanya input berupa curah hujan dan sistem DAS
(daerah aliran sungai). Curah hujan meliputi faktor intensitas hujan, lama
hujan dan distribusi hujan, sedangkan sistem DAS meliputi faktor topografi,
jenis tanah, penggunaan lahan dan sistem transfer hujan dalam DAS. Data curah
hujan dan debit merupakan hal yang penting dalam mendapatkan hidrograf satuan
observasi. Curah hujan yang digunakan adalah curah hujan efektif yang mana
perhitungan menggunakan metoda indeks. Sementara
limpasan langsung (direct run off) di dapat dengan cara pemisahan total run off
dengan base flow menggunakan salah satu dari tida metoda yaitu metoda Straight
Line. Ordinat-ordinat hidrograf satuan observasi didapat dengan membagi
ordinat limpasan langsung dengan hujan efektif.
Hidrograf satuan sintetis merupakan hidrograf satuan yang didapat
berdasarkan karakteritik DAS. Modifikasi persamaan Nakayasu dilakukan dengan
menggunakan solver pada Microsoft Excel. Hasil Modifikasi persamaan Nakayasu
harus mendekati hidrograf satuan observasi, yaitu dengan melihat koefisien
korelasi dan rasio descrapancy. Modifikasi dilakukan pada tiga kondisi yaitu
modifikasi pada persamaan tg, modifikasi pada persamaan tg, pangkat 2.4 pada Qa
serta persamaan Qd1 , modifikasi pada persamaan tg, pangkat 2.4 dan persamaan
Qd1,Qd2,Qd3.
Penulis: Indra Agus
Kode Jurnal: jptsipildd070029