Faktor-Faktor Kritis dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk Optimasi Profitabilitas dan Daya Saing Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia

Abstrak: Di tengah banyaknya tuntutan persaingan akan bisnis dengan menjual mutu peningkatan mutu, perusahan jasa finansial tentunya tidak terlepas dalam pelaksanaan dan pengembangan mutu produk dan jasa pada pelanggan. Sistem Manajemen Mutu  Total Quality Management  (TQM) telah dibuktikan sebagai teknik manajamen mutu terbaik yang pernah diaplikasikan. Studi empiris telah menyimpulkan bahwa pengaplikasian TQM dapat memberikan efek yang signifikan terhadap hasil dan dampak pada bisnis. Seiring keinginan industri agar para pemborong  (subcontractors)  bersertifikat, dan kemungkinan bahwa hal ini adalah prasyarat tender baru bagi perusahaan yang melayani publik, pesan yang disampaikan industri sangat jelas, yaitu apakah perusahaan mengadopsi ISO 9001:2000 dan menjadi kompetitif (mampu bersaing), atau mengabaikannya dan menjadikan hal tersebut menjadi resikonya sendiri. Namun demikian, dibalik kesuksesan banyaknya perusahaan dan negara yang mengadopsi Sistem Manajemen Mutu, ada pertanyaan yang mendasar, sejauh mana perusahaan yang sudah bersusah payah mengikuti standar internasional itu memang berhasil meningkatkan kinerja perusahaannya. Penelitian ini membuktikan secara empiris dan statistik korelasi penerapan profitabilitas dan daya saing dengan faktor-faktor kritis atau Critical Success Factor (CSF) Sistem Manajemen Mutu.
Kata-kata Kunci: Profitabilitas, daya saing, faktor-faktor kritis
Penulis: M. Fanshurullah Asa, Ismeth S. Abidin, Yusuf Latief
Kode Jurnal: jptsipildd080024

Artikel Terkait :