Analisis Hidraulik Aliran Bawah Permukaan Melalui Media Gambut (Studi Kasus Lahan Perkebunan Kelapa di Guntung-Riau)
Abstrak: Penelitian yang
ditulis dalam makalah ini adalah suatu
analisis hidraulik aliran bawah permukaan melalui media gambut dengan
menerapkan model matematik, percobaan di laboratorium dan uji lapangan.
Pendekatan dengan model matematik diharapkan dapat memperoleh suatu bentuk
persamaan penurunan muka air tanah yang berlaku bagi aliran melalui media
gambut berdasarkan hasil kalibrasi data laboratorium dan data di lapangan.
Sebagai batasan untuk melakukan kajian perilaku aliran melalui media gambut antara
lain : media dalam keadaan jenuh total, homogen dan isotropis serta aliran satu
dimensi.
Pengambilan contoh tanah, pengukuran koefisien permeabilitas dan
pengamatan muka air di lahan dilakukan dari dua lokasi yaitu : dari Karang
Agung, Sumatera Selatan dan Guntung-Kateman, Riau.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa formula Darcy masih absah (valid)
digunakan untuk mengkaji aliran melalui media gambut, dimana gradien hidraulis
yang terjadi linier dan aliran adalah laminer dengan bilangan Reynold R = 1,1
s/d 4,1. Nilai konduktivitas hidraulik (koefisien permeabilitas-K) hasil
penelitian di laboratorium untuk berbagai jenis gambut dibedakan berdasarkan
tingkat kematangannya. Untuk jenis gambut safrik nilai K-lab. berkisar antara
(3,94 – 5,00) m/hari, sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (5,25 – 8,05) m/hari.
Untuk jenis gambut hemik nilai K-lab. berkisar antara (19,87 – 34,86) m/hari,
sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (22,24 – 34,58) m/hari. Untuk gambut
jenis fibrik nilai K-lab. berkisar antara (43,09 – 51,18) m/hari, sedangkan nilai K-lap. berkisar antara (43,75
– 52,11) m/hari.
Bentuk lengkung muka air tanah diperoleh berdasarkan pendekatan matematik
dengan menerapkan persamaan Brakel dan Schapery. Dalam pemodelan ini diambil
beberapa asumsi antara lain media gambut dianggap sebagai akifer tidak
tertekan, aliran satu dimensi dengan kondisi tidak langgeng (unsteady).
Pemodelan dengan menerapkan data muka air tanah hasil pengamatan diantara dua
saluran drainase yang berjarak 500 m sebanyak 5 titik pengamatan untuk periode
7 harian selama 9 minggu dengan mengambil nilai K = (20-35) m/hari atau rerata
Kr = 30 m/hari menghasilkan koefisien
storage S = 0,065. Untuk kedua persamaan Brakel dan Schapery memperlihatkan
hasil yang cukup baik ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi antara 0,78
dan 0,954 atau rata-rata 0,90.
Kata-kata kunci: koefisien
permeabilitas, muka air tanah, media gambut, jarak antara saluran
Penulis: Muljana Wangsadipura
Kode Jurnal: jptsipildd050015