STATUS EKOLOGI HUTAN MANGROVE PADA BERBAGAI TINGKAT KETEBALAN
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologis hutan mangrove pada berbagai tingkat
ketebalan serta pengaruhnya terhadap salinitas air sumur di sekitarnya.
Penelitian dilakukan dengan mengambil contoh air laut, air sumur, plankton,
substrat dan makrobenthos pada tiga perwakilan kondisi yaitu pada mangrove
dengan tingkat ketebalan tinggi (200-300 meter) yang berlokasi di Desa
Tongke-Tongke, mangrove dengan tingkat ketebalan sedang (100-150 meter) yang
berlokasi di Desa Panaikang dan lokasi yang tanpa mangrove di Desa Pasimarannu.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar DO dan BOD air laut di Desa
Tongke-Tongke 5,76 ppm dan 1,68 ppm, Desa Panaikang 6,48 ppm dan 3,63 ppm dan
Desa Pasimarannu 6,72 ppm dan 3,36 ppm. Berdasarkan analisis kadar garam yang
dilakukan terhadap air sumur menunjukkan bahwa air sumur di sekitar lokasi
dengan tingkat ketebalan mangrove yang tinggi memiliki kadar garam terendah
(Tongke-Tongke sebesar 2,2 ppt) dibanding dengan yang lain (Panaikang sebesar
2,4 ppt dan Pasimarannu 3,2 ppt). Analisis terhadap substrat menunjukkan bahwa
bahan organik tertinggi terdapat di Desa Tongke-Tongke diikuti Desa Panaikang
dan Pasimarannu. Kelimpahan plankton dan makrobenthos tertinggi terdapat pada
lokasi dengan tingkat ketebalan mangrove tingi yaitu di Tongke-Tongke sebesar
210 individu/ml dan 849 individu/m2 diikuti Desa Panaikang 202 individu/ml dan
815 individu/m2 dan Desa Pasimarannu 132 individu/ml dan 320 individu/m2 .
Kata kunci: Mangrove, kondisi
ekologis, tingkat ketebalan
Penulis: Heru Setiawan
Kode Jurnal: jpkehutanandd130009