SIFAT FISIK DAGING SAPI, KERBAU DAN DOMBA PADA LAMA POSTMORTEM YANG BERBEDA

INTISARI: Sifat fisik daging memegang peranan penting dalam proses pengolahan, karena menentukan kualitas serta jenis olahan yang akan dibuat. Karakteristik daging pada setiap jenis ternak kemungkinan berbeda, namun hal ini sering dianggap sama. Masyarakat pada umumnya menilai karakteristik daging kerbau dan daging domba mengacu pada karakteristik daging sapi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sifat fisik (nilai pH, daya mengikat air, keempukan dan susut masak) daging sapi, kerbau dan domba pada lama  postmortem yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 2x3. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan lama  postmortem (4 dan 6 jam  postmortem)  dan perbedaan jenis ternak (daging sapi, kerbau dan domba).  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Uji lanjut Tukey dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis ternak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, daya mengikat air, keempukan dan susut masak daging, sedangkan lama  postmortem berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan daya mengikat air. Rataan nilai pH daging kerbau (6,05±0,36) nyata lebih tinggi (P<0,05) dari pada nilai pH daging sapi (5,70±0,20) dan pH daging domba (5,99±0,11).  Daya mengikat air daging sapi nyata lebih tinggi (P<0,05) dari pada daya mengikat air daging kerbau dan daging domba. Rataan shear force daging sapi (6,73±0,16 kg/cm2) nyata lebih tinggi (P<0,05) dari pada shear force daging kerbau (6,53±0,38 kg/cm2) dan daging domba (5,24±0,93 kg/cm2).    
Kata kunci: Sifat fisik, Postmortem, Daging sapi, Daging kerbau, dan Daging domba
Penulis: Komariah, Sri Rahayu, dan Sarjito
Kode Jurnal: jppeternakandd090019

Artikel Terkait :