KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING KAMBING LOKAL DENGAN LAMA PELAYUAN DAN CARA PEMASAKAN YANG BERBEDA

INTISARI: Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari lama optimum pelayuan dan cara pemasakan terhadap kualitas daging kambing yang berasal dari kondisi pemeliharaan pedesaan, sehingga diperoleh perlakuan penanganan terhadap daging kambing pasca pemotongan yang dapat meningkatkan kualitas dan daya gunanya. Penelitian ini dirancang berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 4x2 dengan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah lama pelayuan (A) dengan taraf  perlakuan adalah tanpa pelayuan  (Ao), pelayuan 3 jam (A1), pelayuan 6 jam (A2), dan pelayuan 9 jam (A3). Faktor kedua adalah cara pemasakan (B) dengan taraf perlakuan adalah: pemasakan dengan perebusan (B1) dan pemasakan dengan pemanggangan (B2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pelayuan selama 9 jam pada daging kambing mampu memperbaiki kualitas daging kambing lokal khususnya terhadap aroma, rasa, kesan jus dan pH akhir daging, sementara sifat keempukan belum nyata menunjukkan perbedaan akibat pelayuan dan perbedaan cara pemasakan. Agar diperoleh kualitas daging kambing yang lebih baik, sebaiknya daging terlebih dahulu dilayukan dalam lemari es selama 9 jam.
Kata kunci: Daging kambing pelayuan, Cara pemasakan, Mutu sensorik
Penulis: Harapin Hafid dan Adnan Syam
Kode Jurnal: jppeternakandd090018

Artikel Terkait :