PRODUKSI, KUALITAS, DAN KECERNAAN IN VITRO TANAMAN RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA LAHAN SALIN
INTISARI: Tujuan
penelitian untuk mengetahui penampilan
rumput benggala yang ditanam di lahan salin dan untuk mengetahui kecernaan
bahan kering dan kecernaan bahan organik tanaman pakan secara in vitro.
Penelitian penanaman rumput benggala pada lahan pantai yang telah diperbaiki
dengan pemberian pupuk kandang 20 ton/ha, gypsum 3 ton/ha dan zwavelzuur ammonium (ZA) dengan populasi
tanaman: 10.000, 20.000, dan 30.000 tanaman per hektar. Hasil percobaan
menunjukkan populasi yang bertambah meningkatkan (P<0,05) produksi biomass,
produksi bahan kering, produksi protein kasar,
neutral detergent fiber (NDF), hemiselulose, dan lignin tetapi
menurunkan (P<0,05) kadar protein kasar dan kecernaan bahan organik secara
in vitro. Populasi meningkat tidak meningkatkan acid detergent fiber (ADF) dan
kecernaan bahan kering secara in vitro.
Jadi daerah pantai yang bersifat salin dapat digunakan untuk penanaman rumput
benggala dengan pemberian pupuk kandang 20 ton/ha dan gypsum 3 ton/ha serta 50
kg N/ha (239 kg pupuk ZA/ha) sebagai
sumber nitrogen.
Kata kunci: Rumput pakan,
Tanah salin, Pupuk kandang, Gypsum, Sumber nitrogen
Penulis: Endang Dwi Purbajanti,
R. Djoko Soetrisno, Eko Hanudin, dan Subur Priyono Sasmito Budhi
Kode Jurnal: jppeternakandd110059